Gresik (beritajatim.com)- Kota Gresik mendadak gempar. Suasana tenang di Jalan Veteran Gresik, pecah saat tim penyidik Kortastipidkor Polri menyambangi kantor PT Barata Indonesia (persero), Selasa (9/6/2026).
Kedatangan aparat penegak hukum bersenjata lengkap ini bukan tanpa sebab. Mereka memburu jejak dugaan korupsi proyek bernilai besar yang menyeret modernisasi Pabrik Gula (PG) Assembagoes Situbondo.
Sejak pagi hingga siang, dua mobil yang membawa delapan personel aparat memasuki area kantor yang berlokasi di Jalan Veteran 241 Gresik.
Lima di antaranya berpakaian sipil, sementara tiga lainnya mengenakan seragam dinas. Usai melakukan briefing singkat di area parkir, tim langsung bergerak masuk ke gedung utama. Seorang anggota polisi bersenjata laras panjang terlihat bersiaga di pintu gerbang, mempertegas bahwa operasi ini bukan pemeriksaan biasa.
Penggeledahan ini terkait proyek konstruksi terintegrasi Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) dalam pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Assembagoes Situbondo milik PTPN XI.
Proyek strategis tersebut kini menjadi fokus penyidikan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Mabes Polri atas dugaan tindak pidana korupsi.
Tak hanya tim dari Mabes Polri, jajaran Satreskrim Polres Gresik juga tampak hadir mengamankan jalannya kegiatan.
Kasatreskrim AKP Arya Widjaya dan Kanit Tipidkor Iptu I Ketut Riasa terlihat mendampingi proses penggeledahan bersama sejumlah personel.
Kabag Ops Kortastipidkor Polri, Kombes Pol Ahmad Yusuf Afandi, menegaskan bahwa langkah penggeledahan ini merupakan bagian dari proses penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti yang relevan. Seluruh dokumen dan barang yang disita akan dianalisis lebih lanjut guna memperkuat konstruksi perkara.
“Penggeledahan ini bagian dari upaya mencari dan mengumpulkan alat bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi proyek EPCC PG Assembagoes. Hasilnya akan kami dalami untuk memperkuat pembuktian dan menentukan pihak yang harus bertanggung jawab secara pidana,” tuturnya.
Ia juga memastikan proses berjalan profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku, tanpa intervensi pihak mana pun.
Hingga berita ini diturunkan, proses penggeledahan masih berlangsung tertutup. Belum ada keterangan resmi mengenai dokumen atau barang apa saja yang diamankan penyidik. Namun, satu hal pasti penyidikan proyek modernisasi pabrik gula ini memasuki babak serius. (dny/ted)






