Blitar (beritajatim.com) – Sebagai wujud nyata dalam mengimplementasikan ajaran luhur Memayu Hayuning Bawana serta merawat harmonisasi sosial, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Blitar – Pusat Madiun menggelar aksi sosial kerja bakti massal. Kegiatan gotong royong ini dipusatkan di lingkungan RT 03 RW 02 serta kawasan RW 03, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Aksi bersih-bersih lingkungan yang menyasar fasilitas umum dan saluran drainase ini diikuti oleh puluhan anggota PSHT yang berbaur aktif dengan masyarakat setempat sejak pagi hari.
Kehadiran para pendekar organisasi pencak silat ini menjadi pemantik semangat kebersamaan warga. Fokus utama kerja bakti kali ini adalah melakukan normalisasi saluran air (drainase) guna mengantisipasi penyumbatan serta membersihkan area pemukiman agar tetap asri dan sehat.
Ketua PSHT Cabang Kota Blitar – Pusat Madiun, Miskan Hadi Prasetyo, yang turun langsung memimpin jalannya kegiatan bersama seluruh pengurus cabang, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada keterbukaan masyarakat Kelurahan Gedog.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang telah melibatkan Persaudaraan SH Terate dalam kegiatan lingkungan di wilayah ini. Sinergi positif seperti inilah yang kami harapkan dapat terus terjalin erat demi menjaga hubungan baik antara organisasi dan masyarakat,” ujar Miskan Hadi Prasetyo, Senin (8/6/2026).
Gayung bersambut, inisiatif dan kepedulian dari keluarga besar PSHT ini mendapat respons yang sangat positif dari perangkat lingkungan setempat. Ketua RT 03, Basuki Tanto, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas aksi nyata yang dilakukan oleh para anggota PSHT.
“Kami sangat mengapresiasi kerja bakti yang dilakukan oleh saudara-saudara dari SH Terate. Kehadiran mereka sangat membantu warga, terutama dalam membersihkan saluran drainase. Kami berharap kegiatan positif dan kebersamaan seperti ini tidak berhenti di sini, melainkan bisa terus berlanjut pada kesempatan-kesempatan berikutnya,” tutur Basuki.
Pantauan di lapangan menunjukkan kuatnya rasa kekeluargaan dalam kegiatan tersebut. Menariknya, sebagai bentuk dukungan moral dan rasa terima kasih, warga sekitar secara spontanitas bahu-membahu menyediakan konsumsi dan makanan ringan bagi para peserta kerja bakti selama kegiatan berlangsung.
Warga setempat mengaku sangat terbantu karena drainase yang sebelumnya sempat kotor kini kembali bersih dan berfungsi optimal. Aksi sosial ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai gotong royong dan filosofi menjaga kedamaian dunia (Memayu Hayuning Bawana) masih hidup dan dirawat dengan baik di Kota Blitar. (owi/but)






