Magetan (beritajatim.com) – Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan kembali melepas ratusan santri melalui Haflah Takharruj SMPIT dan MAIT Tahun Ajaran 2025/2026, Sabtu (6/6/2026). Sebanyak 284 santri dari jenjang SMPIT dan MAIT resmi diwisuda setelah menyelesaikan pendidikan dengan berbagai capaian akademik maupun tahfiz Al-Qur’an.
Mengusung tema “Membentuk Generasi Qur’ani, Berprestasi, dan Mandiri”, kegiatan tersebut menjadi penanda keberhasilan lembaga pendidikan berbasis pesantren dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga berprestasi di bidang akademik dan nonakademik.
Dewan Pembina Yayasan Baitul Qur’an Al Jahra, K.H. Nur Wahyudi, menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar para santri. Menurutnya, momentum wisuda justru menjadi langkah awal untuk menatap masa depan yang lebih luas.
“Selamat kepada seluruh santri kelas IX dan XII yang hari ini diwisuda. Kelulusan ini bukan akhir perjalanan, melainkan gerbang pertama untuk melangkah ke masa depan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga hafalan Al-Qur’an yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren. Selain itu, para santri diminta terus menghormati dan berbakti kepada orang tua yang telah memberikan dukungan hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.
Sementara itu, Kepala MAIT Baitul Qur’an Al Jahra Magetan, Istiana, menyampaikan bahwa sebanyak 95 santri tingkat madrasah aliyah dinyatakan lulus 100 persen pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen telah berhasil menghafalkan 30 juz Al-Qur’an.
“Para santri memiliki beragam prestasi, mulai bidang olahraga, seni, hingga Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional yang sebagian juga ditampilkan saat prosesi wisuda. Sekitar 80 persen wisudawan MA telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an,” katanya.
Tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, lulusan MAIT juga menunjukkan capaian akademik yang membanggakan. Lebih dari 50 persen lulusan telah diterima di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. “Alhamdulillah seluruh 95 santri lulus, dan lebih dari setengahnya sudah diterima di PTN maupun PTS,” tambahnya.
Keberhasilan ratusan santri tersebut menjadi gambaran meningkatnya kualitas pendidikan pesantren yang kini tidak hanya fokus pada pembentukan karakter dan penguasaan ilmu agama, tetapi juga mampu mendorong prestasi akademik serta kesiapan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ke depan, Baitul Qur’an Al Jahra berkomitmen terus mengembangkan sistem pendidikan terpadu guna mencetak generasi Qur’ani yang kompetitif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. [fiq/kun]






