Ringkasan Berita:
- Sebanyak 1.199 jemaah haji asal Kota Malang dari Kloter 11, 12, dan 13 tiba kembali di tanah air dalam kondisi sehat dan disambut keluarga di Lapangan Ki Angmor.
- Dari total 1.203 jemaah yang berangkat ke Tanah Suci, empat orang meninggal dunia selama dan setelah perjalanan pulang haji.
- Pemkot Malang berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk mengurus hak-hak jemaah haji yang meninggal dunia.
Malang (beritajatim.com) – Kepulangan jemaah haji asal Kota Malang dari Tanah Suci disambut haru oleh keluarga yang telah menunggu sejak pagi di Lapangan Ki Angmor, Kota Malang, Kamis (4/6/2026).
Sebanyak 1.199 jemaah haji tiba kembali ke tanah air dalam kondisi sehat setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Jemaah yang tiba tersebut berasal dari kelompok terbang (kloter) 11, 12, dan 13. Mereka sebelumnya transit di Asrama Haji Embarkasi Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Malang.
Data Pemerintah Kota Malang mencatat, total jemaah haji yang berangkat pada musim haji tahun ini sebanyak 1.203 orang. Namun, empat jemaah dilaporkan meninggal dunia sehingga jumlah jemaah yang kembali ke Kota Malang menjadi 1.199 orang.
Suasana penyambutan berlangsung penuh emosional. Sejumlah keluarga tampak menunggu kedatangan kerabat mereka sejak pagi hari. Tangis haru dan pelukan hangat mewarnai momen pertemuan kembali setelah berpisah selama lebih dari satu bulan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Malang, Ahmad Soleh, memastikan seluruh jemaah yang dijadwalkan pulang telah tiba sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Kloter 11, 12, dan 13 sudah tiba. Alhamdulillah keadaan hampir sehat semua. Cuma ada satu atau dua orang yang perlu bantuan kursi roda, tetapi secara umum alhamdulillah sehat dan perjalanan juga lancar,” kata Soleh.
Menurutnya, kondisi kesehatan para jemaah secara umum cukup baik meskipun sebagian mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Empat jemaah haji asal Kota Malang yang meninggal dunia terdiri dari Fatur dari Kloter 11, Fajar dari Kloter 11, Nyonya Wayan Rohan dari Kloter 12, serta Heri dari Kloter 12.
Dua jemaah terakhir dilaporkan meninggal dunia setelah tiba di Indonesia. Salah satunya meninggal di dalam pesawat, sedangkan satu lainnya meninggal dalam perjalanan menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES).
Soleh menjelaskan, jumlah jemaah yang kembali ke Kota Malang telah sesuai dengan data keberangkatan setelah dikurangi jemaah yang wafat.
“Total jamaah haji Kota Malang kan 1.203. Kalau semua datang nggih sejumlah itu dikurangi yang meninggal kemarin. Berarti tinggal 1.199,” ujarnya.
Pemerintah Kota Malang saat ini juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan pihak terkait untuk memastikan proses administrasi bagi jemaah yang meninggal dunia dapat diselesaikan dengan baik.
Selain itu, Pemkot Malang berupaya mendorong penyelesaian seluruh hak yang menjadi bagian dari jemaah haji yang wafat, baik selama pelaksanaan ibadah maupun setelah tiba di tanah air.
“Kalau santunan tidak nggih, kalau di bagian Kesra. Tetapi coba nanti kami komunikasikan dengan Kemenag bagaimana hak-hak daripada jamaah haji apabila meninggal,” kata Soleh.
Pemerintah berharap seluruh proses administrasi dan pemenuhan hak jemaah yang meninggal dapat segera dituntaskan. Sementara itu, para jemaah yang telah kembali diharapkan dapat menjaga kesehatan pasca-perjalanan panjang serta menjadi teladan di tengah masyarakat setelah menunaikan rukun Islam kelima. [luc/suf]






