Gresik (beritajatim.com) – Momen haru mewarnai pelaksanaan Haul Akbar Habib Abu Bakar Assegaf di Kabupaten Gresik. Seorang lansia berusia 90 tahun bernama Ngarto, warga Desa Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, sempat hilang dan terpisah dari rombongan saat menghadiri acara keagamaan yang dipadati ribuan jemaah.
Beruntung, kesigapan anggota Polres Gresik membuat Mbah Ngarto berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan dipertemukan kembali dengan keluarganya yang sejak lama mencarinya dengan penuh kecemasan.
Peristiwa itu bermula ketika petugas pengamanan menemukan Ngarto duduk seorang diri di bawah lampu lalu lintas di sekitar lokasi haul. Lansia tersebut terlihat kebingungan serta kelelahan setelah terpisah dari rombongan yang membawanya ke acara tersebut.
Pada saat bersamaan, panitia juga menerima laporan mengenai seorang jemaah lanjut usia yang hilang dari kelompoknya. Menyadari kondisi yang membutuhkan penanganan cepat, petugas langsung membawa Ngarto ke Pos Sementara Haul di Simpang Empat GNI untuk beristirahat dan mendapatkan pendampingan.
Proses pencarian keluarga tidak berjalan mudah. Faktor usia membuat informasi yang diberikan sangat terbatas. Polisi kemudian melakukan koordinasi dengan Polres Mojokerto, perangkat desa, hingga Bhabinkamtibmas setempat guna melacak identitas serta keberadaan keluarganya.
Petugas juga berusaha mengingat kembali kendaraan yang digunakan saat berangkat menuju Gresik. Namun, jawaban yang diperoleh hanya petunjuk sederhana bahwa kendaraan tersebut berwarna putih.
Dengan bekal informasi yang sangat minim, anggota kepolisian terus menyisir sejumlah kantong parkir yang tersebar di sekitar lokasi haul. Pengumuman melalui pengeras suara juga dilakukan berulang kali agar rombongan asal Mojokerto mengetahui keberadaan Mbah Ngarto.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Di salah satu area parkir terakhir yang diperiksa, petugas menemukan kendaraan rombongan yang selama ini dicari. Keluarga Mbah Ngarto ternyata juga sedang menunggu dengan cemas karena lansia tersebut tak kunjung kembali.
Suasana penuh haru tak terhindarkan ketika Ngarto akhirnya bertemu kembali dengan keluarga dan rombongannya. Tangis bahagia pecah setelah beberapa jam pencarian yang menegangkan.
Ponidi, anak kandung Mbah Ngarto, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan jajaran Polres Gresik.
“Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada bapak-bapak polisi Gresik. Terima kasih sudah membantu merawat, mencari, dan mempertemukan kembali orang tua kami dengan rombongan hingga bisa berkumpul lagi,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Kasat Lantas Polres Gresik, Nur Arifin, mengatakan tindakan yang dilakukan anggota di lapangan merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Menurutnya, selain menjalankan tugas pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama rangkaian Haul Akbar berlangsung, anggota Polri juga memiliki tanggung jawab membantu warga yang membutuhkan pertolongan.
“Kami bersyukur Mbah Ngarto dapat kembali bertemu keluarganya dalam keadaan sehat. Membantu masyarakat yang membutuhkan merupakan bagian dari tugas,” pungkasnya. (dny/kun)






