Ringkasan Berita
- Mas Dhito memberikan bantuan rombong usaha es teh kepada Mbah Mari.
- Bantuan diberikan untuk menambah penghasilan keluarga saat musim kemarau.
- Rumah Mbah Mari juga direnovasi agar lebih layak dan nyaman ditempati.
- Mbah Mari mengasuh cucu berkebutuhan khusus dan berharap usahanya berkembang.
Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito memberikan bantuan usaha kepada Mbah Mari, warga Dusun Ringinbagus, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Bantuan berupa rombong kontainer untuk berjualan es teh dan kopi itu diberikan sebagai upaya memperkuat ekonomi keluarga di tengah menurunnya penghasilan akibat musim kemarau.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri pada Selasa (2/6/2026), sebagai tindak lanjut kunjungan Mas Dhito ke rumah Mbah Mari pada 5 Mei 2026 lalu.
Penghasilan Menurun Saat Musim Kemarau
Selama ini, Mbah Mari (61) mengandalkan hasil mencari sayuran liar di kawasan hutan untuk dijual kembali. Namun memasuki musim kemarau, ketersediaan sayuran semakin berkurang sehingga berdampak pada pendapatannya.
“Musim kemarau, biasanya sayuran satu minggu bisa diambil dua kali, hanya bisa satu kali, itu saja tidak banyak,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat Mbah Mari harus mencari alternatif usaha lain agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.
Selain faktor cuaca, usianya yang semakin lanjut juga menjadi tantangan tersendiri untuk terus mencari hasil hutan setiap hari.
Bantuan Rombong Usaha Jadi Harapan Baru
Harapan baru datang ketika perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri mendatangi rumahnya untuk menyerahkan bantuan rombong kontainer lengkap dengan perlengkapan dan bahan usaha.
Melalui bantuan itu, Mbah Mari berencana membuka usaha minuman berupa es teh dan kopi di depan rumahnya yang berada di lingkungan padat penduduk.
Ia berharap usaha tersebut dapat menjadi sumber penghasilan baru yang lebih stabil dibanding mengandalkan hasil mencari sayuran di hutan.
“Semoga usaha saya bisa lancar dan nantinya bisa berkembang,” doa Mbah Mari.
Anak Gadis Akan Ikut Membantu Berjualan
Dalam menjalankan usaha tersebut, Mbah Mari berencana melibatkan anak perempuannya, Niha (19), yang baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah.
Kehadiran Niha diharapkan dapat membantu mengelola usaha karena Mbah Mari juga memiliki tanggung jawab merawat cucunya, Muhammad Alza Octaviana (12), yang merupakan siswa di SLB PGRI Puncu.
Setiap hari, perhatian Mbah Mari tidak hanya tertuju pada pekerjaan, tetapi juga pada kebutuhan cucunya yang memerlukan pendampingan khusus.
Rumah Kini Lebih Layak Ditempati
Selain bantuan usaha, keluarga Mbah Mari juga menerima bantuan renovasi rumah setelah kunjungan Mas Dhito beberapa waktu lalu.
Bagian atap rumah yang sebelumnya menggunakan material lama dan lapuk kini telah diganti dengan konstruksi baja ringan. Dinding rumah juga ditinggikan sehingga membuat hunian terasa lebih aman dan nyaman.
“Kayu-kayunya itu dulu sudah lapuk, gentengnya berantakan jadi kalau hujan bocor, apalagi ada angin, air masuk semua seperti tidak di dalam rumah, bingung saya. Alhamdulilah dibantu dari Pak Dhito,” ungkapnya.
Menurut Mbah Mari, kondisi rumah sebelumnya cukup memprihatinkan karena sering mengalami kebocoran saat hujan turun dan angin kencang.
Bantuan Bawa Harapan Baru bagi Keluarga
Bagi Mbah Mari, bantuan usaha dan renovasi rumah yang diterimanya menjadi titik awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik bersama keluarga.
Di tengah keterbatasan ekonomi dan tanggung jawab mengasuh cucu berkebutuhan khusus, perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kediri menghadirkan optimisme baru untuk masa depan keluarganya.
Ia mengaku sangat bersyukur karena kunjungan Mas Dhito sebulan lalu tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru agar keluarganya dapat hidup lebih layak dan mandiri secara ekonomi. [nm/but]






