Ringkasan Berita:
- Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sejati, Camplong, Sampang, telah mencapai progres fisik sekitar 73 persen hingga awal Juni 2026.
- Sebanyak 1.015 pekerja dikerahkan dan sistem lembur hingga dini hari diterapkan untuk mengejar target penyelesaian sebelum kontrak berakhir pada 20 Juni 2026.
- PT Waskita Karya (Persero) Tbk–CAG KSO optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu meski sisa waktu kurang dari tiga pekan.
Jombang (beritajatim.com) – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, terus dikebut menjelang berakhirnya masa kontrak pelaksanaan pada 20 Juni 2026. Hingga awal Juni, progres fisik proyek tersebut diperkirakan baru mencapai 73 persen.
Pelaksana proyek terus melakukan berbagai langkah percepatan agar pembangunan dapat rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menambah jumlah tenaga kerja dan menerapkan sistem kerja lembur hingga larut malam.
Manajer Proyek PT Waskita Karya (Persero) Tbk–CAG KSO, Dimas Reza, mengatakan bahwa saat ini sebanyak 1.015 pekerja dikerahkan untuk mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.
“Sampai hari ini progres pembangunan sudah mencapai 73 persen dan kita lembur,” kata Dimas, Selasa (2/6/2026).
Menurut Dimas, aktivitas pekerjaan di lapangan berlangsung hingga pukul 00.00 WIB setiap hari. Bahkan, untuk pekerjaan pengecoran tertentu, proses pengerjaan dapat berlanjut hingga pukul 02.00 WIB dini hari.
Langkah tersebut dilakukan untuk memaksimalkan waktu yang tersisa menjelang berakhirnya masa kontrak. Dengan sisa waktu kurang dari tiga pekan, seluruh sumber daya yang tersedia difokuskan untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu proyek strategis yang ditargetkan selesai tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Karena itu, kontraktor pelaksana berupaya menjaga ritme pekerjaan di tengah tantangan waktu yang semakin terbatas.
Meski progres pekerjaan masih menyisakan sekitar 27 persen, pihak pelaksana tetap optimistis target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal. “Kami terus berupaya agar seluruh pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” pungkasnya. [sar/suf]






