Malang (beritajatim.com) – Dalam rangka perayaan 42 tahun, The British Institute (TBI) Malang menggelar kompetisi Bahasa Inggris TBI English Challenge (TEC) 2026 yang diikuti seratus anak usia 7 sampai 12 tahun. Bagi sebagian peserta ajang ini merupakan kali pertama berbicara di depan publik.
Kompetisi ini memiliki tiga format sekaligus: Spelling Bee Competition untuk Group A (usia 7-9 tahun) dan Group B (usia 10-12 tahun), serta Storytelling Competition untuk siswa usia 9-12 tahun.
Untuk storytelling, peserta lebih dahulu mengirimkan video preliminary secara daring sebelum lima terbaik tampil langsung di panggung final.
Head of Campus TBI Malang Dwi Kurniawati mengakui keputusan menggelar acara di mal bukan tanpa risiko. Namun menurutnya, justru di situlah inti pengalaman yang ingin dibangun.
“Melalui TEC 2026, dengan tema Empowering Confidence, kami ingin membantu anak-anak membangun rasa percaya diri untuk berbicara dan tampil di luar ruang yang familiar bagi mereka. Di kelas mereka merasa aman karena semua sudah dikenal. Namun kepercayaan diri yang sesungguhnya mulai tumbuh ketika mereka berani berdiri di depan publik, menghadapi lingkungan baru, dan tetap memilih untuk berbicara,” ujarnya.
Dia melihat pergeseran yang menarik di kalangan orang tua di Malang. Bukan hanya nilai akademik yang dicari, tapi ruang bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang komunikatif.
“Banyak keluarga kini semakin serius mempersiapkan masa depan anak-anak mereka. Yang mereka cari bukan lagi hanya nilai akademik yang baik, tetapi juga anak yang mampu berbicara dengan percaya diri, mengekspresikan dirinya, dan membawa dirinya di lingkungan yang lebih luas. Karena itu kami menghadirkan elemen performance seperti bernyanyi, menari, dan pep talk sebagai bagian dari proses membangun keberanian anak untuk tampil dan mengekspresikan dirinya,” tambah Dwi.
Director of Marketing & Student Experience USG Education Ni Luh Komang Aimee Sukesna meletakkan apa yang terjadi di Malang dalam konteks yang lebih luas. “Perjalanan global seorang anak tidak dimulai ketika mereka berangkat ke luar negeri, tetapi ketika mereka pertama kali berani berbicara dan menyampaikan pikirannya dengan percaya diri. Selama 42 tahun, itulah yang dibangun TBI.”
Dua menambahkan, dalam rumah USG Education, TBI diposisikan sebagai fondasi awal tempat kepercayaan diri mulai dibangun sebelum siswa melangkah ke jenjang pendidikan dan kesempatan internasional yang lebih luas. “Apa yang terlihat di Malang menunjukkan satu hal sederhana: pembelajaran Bahasa Inggris yang relevan tidak hanya menghasilkan siswa yang mampu menjawab soal, tapi generasi yang berani tampil dan berkomunikasi di dunia nyata,” tambahnya.
TEC 2026 di TBI Malang memberikan apresiasi melalui total hadiah senilai hingga Rp 20 juta berupa uang tunai, merchandise, piala, sertifikat, hadiah hiburan dan voucher belajar di TBI. Namun bagi banyak peserta, pengalaman tampil, dan berbicara di panggung publik untuk pertama kalinya menjadi momen yang akan mereka ingat jauh lebih lama dari sekadar piala kemenangan. (hen/ted)






