Ringkasan Berita:
- Petasan balon udara meledak di area persawahan Gandusari, Kabupaten Blitar, usai salat Iduladha.
- Satu pemuda meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka serius akibat ledakan.
- Balon udara diduga gagal terbang lalu jatuh sebelum petasan meledak di dekat korban.
- Polisi masih melakukan penyelidikan dan mengimbau warga tidak menerbangkan balon udara berpetasan.
Blitar (beritajatim.com) – Sebuah petasan berukuran besar yang dipasang pada balon udara meledak di kawasan persawahan Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu (27/5/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Insiden tragis tersebut menyebabkan satu pemuda meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka serius.
Peristiwa terjadi sesaat setelah pelaksanaan salat Iduladha. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekelompok pemuda berkumpul di area persawahan untuk menerbangkan balon udara yang telah dimodifikasi menggunakan petasan berukuran besar.
Awalnya balon udara sempat terbang naik ke angkasa. Namun, diduga akibat kendala teknis atau pengaruh embusan angin, balon tersebut tidak mampu terbang stabil dan kembali jatuh ke tanah.
Nahas, petasan yang terpasang pada balon udara langsung meledak hebat sesaat setelah menyentuh tanah, tepat di dekat para korban berdiri.
Kasi Humas Polres Blitar, Saiful Muhaini, membenarkan adanya insiden maut tersebut. Ia menyebut satu korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka parah yang diderita.
“Benar, terjadi ledakan mercon (petasan) balon udara di Gandusari. Ada tiga korban, satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka yang cukup parah,” ujar Ipda Muhaeni saat dikonfirmasi, Rabu (27/5/2026).
Ledakan keras di area persawahan itu mengejutkan warga sekitar. Sejumlah warga langsung berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan kepada para korban.
Berdasarkan data penanganan darurat, korban meninggal dunia mengalami luka parah pada bagian wajah dan tangan. Korban sempat dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Sementara dua korban lainnya mengalami luka serius di bagian wajah akibat paparan ledakan jarak dekat dan kini masih menjalani perawatan intensif.
Warga bersama Pemerintah Desa Tambakan bergerak cepat mengevakuasi korban menggunakan ambulans menuju RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam penanganan intensif aparat kepolisian. Lokasi kejadian telah disterilkan untuk kepentingan penyelidikan.
Petugas dari Polsek Gandusari bersama Tim Inafis Polres Blitar telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi guna mengetahui penyebab pasti gagalnya penerbangan balon udara tersebut.
Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berbahaya seperti menerbangkan balon udara berbahan bakar tradisional yang dimodifikasi menggunakan bahan peledak atau petasan karena berpotensi mengancam keselamatan jiwa. [owi/beq]






