Probolinggo (beritajatim.com) – Teror “pocong bercelurit” akhirnya merambah Kota Probolinggo. Warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, dibuat panik setelah memergoki sosok menyerupai pocong membawa celurit berkeliaran di dekat area makam, Selasa dini hari (26/5/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Aksi itu sontak memecah kesunyian kampung. Teriakan warga membangunkan penduduk sekitar setelah sosok berbalut kain putih tersebut terlihat berdiri di sisi luar pagar makam dalam kondisi mencurigakan.
Video berdurasi 48 detik yang merekam kemunculan “pocong” itu pun langsung menyebar luas dan memicu keresahan warga. Dalam rekaman tersebut, suasana mencekam terasa saat warga berusaha mendekati sosok misterius yang disebut membawa sebilah celurit.
Ketua RT 01 Blok Tajungan, Saturi, mengaku awalnya mengira laporan warga hanyalah isu biasa. Namun, saat mendatangi lokasi, ia justru melihat langsung sosok menyeramkan tersebut. “Awalnya saya tidak percaya. Tapi setelah diajak warga ke lokasi, ternyata benar ada pocong itu. Begitu ketahuan, langsung kabur ke arah Jalan Lingkar Utara,” ujarnya.
Warga yang tersulut emosi langsung melakukan pengejaran. Namun, pelaku berhasil meloloskan diri. Dugaan sementara, aksi tersebut dilakukan secara terorganisir.
Pasalnya, menurut keterangan warga, sosok pocong itu ternyata telah ditunggu dua rekannya menggunakan sepeda motor di lokasi tak jauh dari makam. “Ada dua orang yang standby dari kejauhan. Setelah dikejar warga, mereka langsung kabur bertiga naik motor ke arah timur atau arah TWSL,” kata Saturi.
Kemunculan pocong jadi-jadian bersenjata tajam itu membuat warga geram sekaligus resah. Bukan karena isu mistis, melainkan kekhawatiran adanya modus teror dan kriminalitas berkedok hantu demi menakut-nakuti warga.
Situasi tersebut membuat warga mulai memperketat keamanan lingkungan. Ronda malam dan siskamling yang sebelumnya longgar kini kembali diaktifkan untuk mengantisipasi aksi serupa. “Wilayah sini sebelumnya aman. Tidak pernah ada kejadian seperti ini. Karena itu, warga sepakat memperkuat ronda malam,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Zainullah, meminta masyarakat tidak terpancing isu viral yang belum tentu benar.
Menurutnya, kejadian serupa di sejumlah daerah lain di Jawa Timur belakangan diketahui hanya ulah sekelompok pemuda yang sengaja membuat kegaduhan demi konten media sosial. “Jangan mudah percaya dengan sesuatu yang viral. Di beberapa daerah lain, kasus seperti ini ternyata hanya untuk konten dan membuat keresahan,” ujarnya.
Meski demikian, polisi tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan. (rap/kun)






