Ringkasan Berita
* ARTUGO memperingati HUT Kota Surabaya ke-733 dengan menggelar demo masak dan kompetisi menghias nasi goreng di Depo Bangunan Jalan Rajawali pada 21 Mei 2026.
* Momentum ini digunakan untuk mengenalkan inovasi kompor tanam berbahan batu sinter (ARTUGO ART-Stone) yang diklaim anti-pecah, anti-gores, dan mampu menahan beban hingga 100 kg.
* Untuk memperluas pasar, ARTUGO meluncurkan varian kompor batu ekonomis dengan harga di bawah Rp 2 juta. Di tengah pelemahan rupiah yang memicu kenaikan harga barang elektronik, ARTUGO memastikan harga lini kompornya tetap stabil karena telah diproduksi di pabrik dalam negeri (Tangerang).
* Guna menggenjot target penjualan sebesar 100-150 unit kompor batu per bulan di Surabaya, rangkaian acara promosi ini akan dilanjutkan ke Depo Bangunan Rungkut pada 28 Mei 2026, serta menyusul ke Malang dan Denpasar.
————————————————
Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke-733, merek peranti rumah tangga asli Indonesia, ARTUGO, menggelar acara spesial berupa demo masak dan kompetisi menghias hidangan. Acara ini diselenggarakan di Depo Bangunan Jalan Rajawali, Surabaya, Kamis (21/5/2026), sebagai bentuk apresiasi atas pertumbuhan pasar yang sangat pesat di wilayah tersebut.
“Ikut merayakan hari jadi kota Surabaya adalah salah satu bentuk kebanggaan dan rasa terimakasih ARTUGO karena telah begitu diterima oleh masyarakat Surabaya,” ujar Iwan Priyanto, Branch Manager ARTUGO Cabang Surabaya.
Tak sekadar merayakan hari jadi kota, momentum ini juga dimanfaatkan ARTUGO untuk mengedukasi pasar terkait produk inovasi terbarunya, yaitu kompor tanam berbahan batu sinter (sintered stone) melalui seri ARTUGO ART-Stone. Produk yang baru meluncur sekitar satu bulan lalu ini menjadi strategi baru perusahaan untuk mulai menggeser tren kompor berbahan kaca di masyarakat.
Iwan menjelaskan bahwa kompor berbahan batu sinter ini hadir sebagai jawaban atas kelemahan kompor kaca dan stainless steel yang selama ini mendominasi pasar. Berbeda dengan kaca yang rentan pecah akibat hawa panas berlebih atau beban berat, material batu sinter ini diklaim anti-pecah, anti-gores, dan tidak berpori sehingga sangat mudah dibersihkan dari noda minyak maupun cairan.
“Kompor berbahan batu ini memiliki kekuatan menahan beban hingga 100 kilogram. Kami sudah mengujinya menggunakan alat masak berdiameter 80 sentimeter serta oven tangkring, dan materialnya terbukti aman tidak pecah. Selama ini, kompor kaca berisiko pecah jika menggunakan alat masak berdiameter lebih dari 25 sentimeter karena panasnya memantul,” kata Iwan menjamin.
Inovasi unik yang menjadi satu-satunya di Indonesia ini langsung memicu respons positif dari konsumen. Meski baru berumur satu bulan di pasar, varian terbaru ini sempat mengalami kondisi inden akibat tingginya permintaan yang datang bertahap. Saat ini, produk tersebut sudah didistribusikan secara merata di berbagai jaringan ritel modern seperti UFO Electronics dan Depo Bangunan.
Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, ARTUGO kini merilis varian batu keempat dengan harga yang jauh lebih kompetitif, yakni di bawah Rp 2 juta, melengkapi seri pendahulunya yang bermain di segmen premium dengan kisaran harga Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Perbedaan harga ini terletak pada ketebalan material kuningan pada tungku, namun dengan kualitas ketahanan batu yang tetap sama.
Di area Surabaya, lini produk kompor tanam memberikan kontribusi yang cukup signifikan, yakni berada di urutan kedua dengan andil sekitar 30 hingga 40 persen terhadap total omset. Posisi pertama masih dipegang oleh lini produk pendingin seperti freezer box dan showcase yang menyumbang sekitar 50 persen omset.
Hingga akhir tahun 2026, ARTUGO menetapkan target penjualan kompor yang cukup optimistis di Surabaya. Dari rata-rata penjualan total kompor yang mencapai 200 unit per bulan, khusus untuk varian kompor batu dipatok mampu terserap sebanyak 100 hingga 150 unit per bulan. Dengan menyisakan waktu sekitar 7 bulan ke depan, perusahaan membidik target kumulatif di kisaran 800 hingga 1.000 unit kompor batu hingga penghujung tahun.
Di tengah situasi ekonomi global yang dinamis, di mana nilai tukar rupiah melemah dan biaya pengiriman logistik dari Tiongkok melonjak yang memicu kenaikan harga bahan baku, ARTUGO mengambil kebijakan strategis. Per 1 Mei kemarin, ARTUGO memang menerapkan penyesuaian harga sekitar 3 hingga 5 persen untuk produk non-kompor, terutama lini produk freezer. Namun, khusus untuk lini produk kompor, perusahaan menggaransi tidak ada kenaikan harga.
“Khusus kompor harganya tidak naik. Hal ini karena proses fabrikasi kompor kami sudah dilakukan di dalam negeri, tepatnya di pabrik Tangerang. Selain itu, pasokan bahan baku sudah kami impor jauh-jauh hari sebelum ada gejolak ini,” tutur Iwan menjelaskan alasan kestabilan harga produknya. Ketiadaan kenaikan harga ini, ditambah dengan kondisi stok kompetitor yang sempat kosong di pasar, justru menjadi peluang besar bagi ARTUGO untuk mendongkrak penjualan menjelang momen Idul Adha.
Setelah pelaksanaan acara di Depo Bangunan Rajawali hari ini, kemeriahan serupa akan berlanjut di Depo Bangunan Jalan Rungkut, Surabaya, pada 28 Mei 2026 mendatang. Melalui roadshow berskala regional, ARTUGO juga berencana membawa konsep kegiatan edukasi dan promosi ini ke kota-kota lain, termasuk Malang dan Denpasar.[rea]







