Ringkasan Berita
- LMI Perwakilan Nganjuk menyalurkan bantuan usaha budidaya jamur kepada warga Panekan Magetan.
- Bantuan berupa modal usaha dan alat pembuat baglog jamur diberikan kepada Marjoko.
- Selama ini proses produksi terkendala karena alat pembuat baglog masih meminjam.
- LMI juga membantu pemasaran hasil produksi dengan pesanan awal 400 baglog jamur.
Magetan (beritajatim.com) – Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Perwakilan Nganjuk menyalurkan bantuan usaha budidaya jamur kepada Marjoko, warga Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.
Project Officer LMI Magetan, Winarsih, mengatakan Marjoko selama ini menjalankan usaha budidaya jamur dengan keterbatasan alat produksi. Untuk membuat baglog atau media tanam jamur, ia masih meminjam peralatan milik rekannya yang memiliki usaha serupa.
“Selama ini alat untuk membuat baglog masih pinjam sehingga proses produksinya sering terhambat dan berpengaruh pada budidaya jamurnya,” ujar Winarsih.
Menurutnya, bantuan berupa modal usaha dan alat pembuat baglog jamur tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat perekonomian keluarga penerima manfaat.
“Semoga dengan modal usaha dan alat baglog baru ini, usaha budidaya jamur beliau semakin berkembang dan dapat membantu memperbaiki ekonomi keluarga,” katanya.
Marjoko mengaku optimistis usahanya dapat berkembang setelah menerima bantuan tersebut. Pria berusia 42 tahun itu menyebut harga jual jamur tiram maupun baglog saat ini mengalami kenaikan sehingga membuka peluang keuntungan lebih besar.
“Alhamdulillah harga jual sekarang naik. Jamur tiram yang biasanya Rp15 ribu kini menjadi Rp17 ribu per kilogram. Baglog yang tidak dipakai sendiri juga bisa dijual sekitar Rp3 ribu per baglog,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada LMI dan para donatur atas bantuan yang diberikan kepada dirinya dan keluarga.
Selain bantuan alat produksi dan modal usaha, LMI Magetan juga membantu pemasaran hasil produksi Marjoko. Pada penyaluran bantuan tersebut, Winarsih membawa pesanan perdana sebanyak 400 baglog jamur dari mustahik LMI di kecamatan lain.
Pendampingan usaha tersebut diharapkan mampu membantu pelaku usaha kecil di pedesaan untuk berkembang lebih mandiri sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru di sektor budidaya jamur di Kabupaten Magetan. [fiq/beq]






