Ringkasan Berita:
- Pemkab Bondowoso menggelar Pekan PLUT KUMKM Berkah 2026 mulai 18 hingga 23 Mei.
- Pembinaan UMKM difokuskan pada hilirisasi kopi, branding, dan digital marketing.
- Pelaku usaha mendapat pelatihan go ekspor hingga pengolahan kopi pascapanen.
- Pemerintah ingin UMKM Bondowoso lebih kompetitif dan mampu menembus pasar luas.
Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di tengah pasar yang semakin terbuka.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Pekan PLUT KUMKM Berkah 2026 yang digelar mulai 18 hingga 23 Mei 2026.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga menjadi ruang pembinaan terpadu bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas usaha, penguatan branding, hingga perluasan pasar berbasis digital dan ekspor.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, mengatakan peningkatan daya saing UMKM harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas produk hingga strategi pemasaran.
Menurutnya, pelaku usaha saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.
“PLUT KUMKM Bondowoso saat ini telah diperkuat dengan dua konsultan pendamping, yakni Konsultan Produksi dan Konsultan Pemasaran, sehingga diharapkan mampu memberikan layanan pendampingan yang lebih optimal kepada pelaku UMKM,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Selama enam hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai pelatihan tematik, mulai dari strategi UMKM go ekspor, standarisasi produk kuliner, desain kriya kreatif, penguatan digital marketing, hingga branding produk.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga memberikan perhatian khusus terhadap hilirisasi kopi daerah sebagai salah satu komoditas unggulan.
Karena itu, materi pengolahan kopi pascapanen, roasting, grinding, hingga pengembangan energi alternatif berbasis limbah kopi turut menjadi bagian dalam kegiatan tersebut.
Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah kopi Bondowoso agar tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu berkembang menjadi produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Selain meningkatkan kapasitas usaha, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kolaboratif melalui keterlibatan komunitas, pelaku usaha, lembaga perbankan, hingga dunia pendidikan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap UMKM Bondowoso semakin kompetitif dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. [awi/beq]






