Ringkasan Berita
- Gubernur Khofifah mengapresiasi produk Program SIKAP di SMKN 1 Tulungagung.
- Khofifah memesan alat vacuum frying untuk mendukung hilirisasi produk siswa.
- SMKN 1 Tulungagung memiliki berbagai program agribisnis dan peternakan.
- Program SIKAP telah diterapkan di 97 sekolah di Tulungagung, Pacitan, dan Trenggalek.
Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi berbagai produk hasil Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang dikembangkan siswa SMKN 1 Tulungagung.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Khofifah meninjau langsung pelaksanaan Program SIKAP di sekolah yang dikenal sebagai satu-satunya SMK Agribisnis dan Agroteknologi di Jawa Timur tersebut.
SMKN 1 Tulungagung memiliki beragam program keahlian mulai dari Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, hingga Agribisnis Ternak Ruminansia, Ternak Unggas, Perikanan Air Tawar, Pengolahan Hasil Pertanian, dan Pengawasan Mutu Hasil Pertanian.
Dalam kunjungannya, Khofifah turut meninjau peternakan sapi, kambing, ayam pedaging, hingga ruang praktik Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi).
Di lokasi tersebut, Khofifah menyaksikan langsung proses pengolahan ikan yang dilakukan siswa, termasuk pemanfaatan kulit ikan patin menjadi produk olahan.
“Salah satu yang saya saksikan adalah bagaimana kulit ikan patin itu kemudian diproses di sini. Oleh karena itu, tadi saya langsung menyampaikan kepada Pak Kadisdik bahwa ini sesungguhnya ada sesuatu yang bisa kita siapkan dengan TTG atau Teknologi Tepat Guna. Sehingga dipastikan bahwa kulit ikan yang digoreng tidak ada yang mentah dan tidak ada yang gosong,” katanya.
Untuk mendukung peningkatan kualitas produk, Khofifah spontan memesan alat vacuum frying kapasitas 5 kilogram dan 10 kilogram untuk diberikan kepada SMKN 1 Tulungagung.
Menurutnya, alat tersebut penting agar produk olahan siswa bisa naik kelas sekaligus memenuhi standar higienitas dan daya tahan produk tanpa bahan pengawet.
“Insya Allah nanti ketika kita sudah mulai naik kelas, kita juga harus menjaga higienitasnya. Kemudian, produk bisa tahan minimal 8 bulan tanpa bahan pengawet,” kata Khofifah.
“Kalau vacuum frying ini kemudian bisa digunakan, dan produknya bisa saya dapatkan trialnya, saya rasa sudah saatnya hilirisasi dari produk-produk SIKAP ini naik kelas,” imbuhnya.
Khofifah juga mendorong sekolah aktif mengikuti berbagai pameran dan event bergengsi agar produk siswa memiliki jejaring lebih luas hingga pasar internasional.
“Ikut acara-acara seperti BI yang sudah prestisius, siapa tahu nasib baik dari SMKN 1 Tulungagung produknya bisa dikonsumsi tamu-tamu internasional. Inilah pentingnya jejaring, anak-anakku,” tegasnya.
Selain meninjau fasilitas sekolah, Khofifah juga ikut memanen cabai, bayam merah, dan melon varietas sweet net 8, diva 15, serta sakata sebelum menabur benih ikan patin di kolam budidaya sekolah.
Dalam implementasi Program SIKAP, SMKN 1 Tulungagung mengembangkan konsep agribisnis siap panen melalui budidaya berbagai komoditas seperti melon, cabai rawit, kangkung, rosella, kopi, hingga jeruk.
Sekolah tersebut juga menjalankan program tebar 7.500 benih ikan patin sebagai bagian pembelajaran berbasis praktik bagi siswa.
“Untuk hewan ternak, kita juga harus pikirkan bagaimana sesungguhnya kita mewujudkan animal welfare. Bagaimana agar hewan ternak ini happy,” ujar Khofifah.
Program SIKAP sendiri saat ini telah diterapkan di 97 SMA, SMK, dan SLB di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.
Di Kabupaten Tulungagung terdapat 27 sekolah pelaksana, terdiri atas 14 SMA, 10 SMK, dan 3 SLB. Kabupaten Trenggalek melibatkan 24 sekolah, sedangkan Kabupaten Pacitan menjadi wilayah dengan jumlah pelaksana terbanyak yakni 46 sekolah.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan biaya pendidikan Rp1 juta kepada 30 siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera yang berasal dari Tulungagung, Pacitan, dan Trenggalek.
Selain itu, ia juga membagikan bantuan sembako kepada petugas kebersihan dan keamanan di lingkungan SMKN 1 Tulungagung. [tok/beq]






