Probolinggo (beritajatim.com) – Video viral yang memperlihatkan seorang santriwati diduga menjadi korban pelecehan seksual di kawasan Jembatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, dipastikan bukan kejadian baru.
Kapolsek Paiton, Iptu Riyono menegaskan, peristiwa yang kini ramai beredar di media sosial itu terjadi sekitar enam bulan lalu.
“Setelah kami telusuri, kejadian itu memang benar ada. Tetapi itu kejadian lama, sudah sekitar enam bulan yang lalu,” ujar Riyono.
Penegasan itu disampaikan polisi menyusul ramainya video CCTV yang kembali beredar dan memicu keresahan masyarakat.
Dalam rekaman tersebut, seorang santriwati tampak menjadi korban aksi eksibisionis seorang pria tak dikenal di kawasan jembatan arah Blok Gajahan, Paiton.
Meski videonya baru ramai dibicarakan publik, polisi memastikan insiden tersebut bukan peristiwa yang baru saja terjadi.
Riyono menjelaskan, hingga kini identitas pria yang melakukan aksi tidak senonoh tersebut masih belum diketahui. Namun polisi memastikan korban tidak mengalami kekerasan fisik.
“Korban tidak mengalami kekerasan. Pelaku hanya tiba-tiba memperlihatkan alat vitalnya di depan korban,” imbuhnya.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, korban saat itu berjalan kaki seorang diri melintasi jembatan dari arah barat menuju timur. Di saat bersamaan, seorang pria bermotor datang dari arah berlawanan.
Setelah berpapasan, pria tersebut mendadak menghentikan kendaraannya lalu melakukan aksi tidak senonoh dengan memamerkan alat vitalnya ke arah korban.
Korban yang terlihat panik langsung berlari menyelamatkan diri ke arah barat. Beruntung situasi sekitar lokasi masih ramai oleh aktivitas warga sehingga pelaku tidak sempat melakukan tindakan lebih jauh sebelum melarikan diri.
Video tersebut kini kembali viral di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya terkait keamanan perempuan dan anak saat berada di ruang publik. (rap/ted)






