Ringkasan Berita:
- Tiga pelajar tewas dalam kecelakaan tabrak lari antara sepeda motor dan truk di Jombang, Jumat dini hari.
- Dua korban meninggal di lokasi, satu lainnya meninggal saat dalam perjalanan ke RSUD Jombang.
- Pengemudi truk yang melarikan diri saat ini dalam pengejaran polisi; kasus ditangani Satlantas Polres Jombang.
Jombang (beritajatim.com) – Tiga pelajar meninggal dunia akibat kecelakaan tabrak lari yang melibatkan sepeda motor dan truk di Simpang Empat Jalan Raya Mastrip, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jumat dini hari, 15 Mei 2026, sekitar pukul 03.30 WIB.
Kendaraan yang terlibat adalah sepeda motor Honda Scoopy Nopol S-6717-ODG dan truk Mitsubishi Fuso Nopol B-9559-…, yang pengemudinya saat ini masih dalam pengejaran polisi.
Korban pengendara sepeda motor adalah Rendra Alif (15), pelajar asal Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.
Sedangkan dua penumpangnya adalah Zaki Absal (15) dari Desa Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, dan Vanezyo (15) dari Desa Sidomukti, Kecamatan Kepuhbaru, Kabupaten Bojonegoro. Semua korban tercatat meninggal, dua di lokasi kejadian dan satu dalam perjalanan ke RSUD Jombang.
Saksi mata Suhendri (40) menceritakan, kecelakaan berawal saat pengendara sepeda motor yang berboncengan 3 berjalan dari arah selatan melaju ke utara, begitu sampai lokasi di simpang empat traffic light pengendara motor langsung menyeberang.
Naas dari arah barat datang kendaraan truk yang berjalan ke timur dengan kecepatan tinggi, sehingga truk langsung menabrak pemotor hingga ketiganya terpental dan masuk ke pangkalan ojek dan terkapar dengan luka serius. “Pengemudi truk langsung kabur usai kejadian,” kata Suhendri.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).

“Kasusnya kini dalam penanganan pihak kepolisian, sedangkan sepeda motor yang ringsek dievakuasi ke Satlantas. Truk yang melarikan diri sudah diketahui identitasnya. Saat ini masih dalam pengejaran polisi,” ujar Siswanto.
Kerugian materi akibat kecelakaan ditaksir mencapai Rp10 juta. Pihak kepolisian terus mengupayakan penangkapan pengemudi truk untuk proses hukum lebih lanjut. [suf]






