Lamongan (beritajatim.com) – Menjelang Iduladha, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan meminta peternak dan pedagang hewan kurban tetap mewaspadai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), meskipun saat ini kasusnya relatif terkendali.
Kepala Disnakeswan Lamongan, Shofiah Nurhayati, mengatakan kasus PMK masih ditemukan, namun sebagian besar terjadi pada hewan yang belum mendapatkan vaksinasi serta hewan baru hasil pembelian dari luar daerah.
“PMK saat ini masih ada, tetapi masih terkendali. Kebanyakan yang terkena adalah hewan yang belum divaksin dan berasal dari pembelian baru,” kata Shofiah, Kamis (14/5/2026).
Untuk mencegah penyebaran PMK, Disnakeswan Lamongan memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayah Lamongan.
Hewan yang terindikasi mengidap PMK, tidak langsung ditolak, namun diwajibkan menjalani isolasi sebelum diperjualbelikan ke masyarakat.
“Hewan yang sakit harus dipisahkan dari hewan sehat, karena PMK mudah menular,” jelasnya.
Selain PMK, Disnakeswan juga mewaspadai penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato pada sapi. Hewan dengan gejala bentol-bentol diwajibkan dipotong terakhir dan dipisahkan dari hewan sehat saat penyembelihan kurban.
Pengawasan kesehatan hewan kurban juga dilakukan melalui pemeriksaan di sejumlah titik perbatasan dan pasar hewan. Pemeriksaan dijadwalkan mulai 17 Mei di wilayah Kabuh yang berbatasan dengan Kabupaten Jombang, serta dilanjutkan di Balongpanggang pada 21 Mei untuk memantau lalu lintas ternak menuju Pasar Tikung.
Tak hanya itu, upaya pengobatan terhadap ternak yang sakit serta vaksinasi bagi hewan sehat, juga terus dilakukan menjelang Iduladha.
“Peternak juga kami minta segera melapor, jika ada sapi sakit, agar segera ditangani,” pungkasnya. (fak/aje)






