Ringkasan Berita:
- Pemkab Bondowoso akan menggelar Expo Peternakan (Exponak) 2026.
- Kegiatan ini menjadi ajang kebangkitan sektor peternakan pasca PMK.
- Exponak melibatkan kontes ternak dan kampanye gizi masyarakat.
- Program ini juga diarahkan untuk mendukung investasi dan potensi ekspor.
Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) resmi mengumumkan rencana penyelenggaraan Expo Peternakan (Exponak) sebagai upaya membangkitkan kembali sektor peternakan daerah sekaligus menjawab aspirasi masyarakat yang merindukan ajang kontes ternak bergengsi.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso, Hendri Widotono, menyampaikan bahwa pelaksanaan Exponak berawal dari instruksi Bupati setelah menyerap aspirasi warga saat kunjungan kerja di Desa Bajuran, Kecamatan Cermee.
“Warga menyampaikan keinginan agar kontes ternak kembali digelar. Meskipun anggaran terbatas, kami berupaya merealisasikannya dengan konsep yang lebih besar, yakni dalam bentuk expo,” ujar Hendri, Selasa (12/5/2026).
Exponak tahun ini tidak hanya difokuskan sebagai ajang kontes ternak, tetapi juga dikembangkan menjadi ruang edukasi masyarakat melalui kampanye makan telur dan minum susu sebagai bagian dari peningkatan gizi daerah.
Untuk menyiasati keterbatasan anggaran, pemerintah menerapkan konsep kolaboratif berbasis Pentahelix hingga Hexahelix dengan melibatkan pihak swasta, komunitas, hingga sponsor.
Dari sisi teknis, Exponak akan dibuka untuk peserta dari luar daerah guna meningkatkan kualitas kompetisi dan daya saing antarpeternak.
Kategori lomba akan mencakup penilaian indukan serta kualitas genetik ternak, dengan rencana menghadirkan sapi unggulan seperti Belgian Blue sebagai daya tarik utama.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai komunitas mulai dari sapi, domba, unggas, hingga pecinta kucing sebagai bagian dari edukasi kesehatan hewan, termasuk pencegahan rabies.
Hendri menegaskan bahwa Exponak juga menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor peternakan Bondowoso pasca terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Menurutnya, peternak lokal memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan kualitas ternak mereka, namun sempat kehilangan ruang kompetisi sejak kegiatan serupa vakum pada 2022.
“Peternak memiliki kebanggaan luar biasa terhadap kualitas ternaknya. Semakin tinggi nilai ternaknya, semakin besar kebanggaan mereka. Inilah yang ingin kita wadahi kembali setelah sempat vakum sejak 2022,” tambahnya.
Lebih jauh, Exponak juga diproyeksikan menjadi pintu masuk investasi sektor peternakan di Bondowoso, termasuk peluang pengembangan kawasan peternakan terintegrasi di atas lahan hingga 20 hektare.
Pemerintah daerah bahkan mulai melirik potensi ekspor produk berbasis protein hewani ke pasar internasional, khususnya Timur Tengah.
Puncak kegiatan Exponak direncanakan digelar bertepatan dengan Festival Muharram, dengan harapan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan serta memperkuat posisi Bondowoso sebagai salah satu lumbung ternak potensial di Jawa Timur. [awi/beq]






