Surabaya (beritajatim.com) – Madura United kalah telak 1-3 saat menghadapi tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC. Pertandingan pekan ke -32 Super League 2025/2026 ini berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Senin (11/5/2026) malam.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Madura United langsung menekan sejak menit awal dan berhasil membuka keunggulan melalui Jordy Wehrmann pada menit kelima. Gol bermula dari kemelut di dalam kotak penalti Bhayangkara FC setelah umpan dari lini tengah gagal diantisipasi sempurna lini belakang lawan.
Jordy Wehrmann sempat bertabrakan dengan Iran Junior akibat miskomunikasi. Namun bola liar yang jatuh di dekatnya langsung disambar dengan sepakan keras yang gagal dihentikan Awan Setho. Gol tersebut menjadi koleksi keempat Jordy Wehrmann bersama Madura United musim ini.
Tertinggal satu gol, Bhayangkara FC mencoba meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-12, Henry Doumbia nyaris mencetak gol penyeimbang setelah melewati tiga pemain Madura United. Namun tendangannya masih mampu diblok pemain lawan.
Bola rebound sempat mengarah ke Moussa Sidibe, tetapi peluang itu gagal dimaksimalkan setelah tendangannya melebar dari sasaran.
Petaka kemudian menghampiri Madura United pada menit ke-13 ketika Iran Junior mengalami cedera usai berbenturan dengan Moussa Sidibe. Tim medis langsung masuk lapangan untuk memberikan penanganan sebelum akhirnya pemain tersebut ditarik keluar pada menit ke-17 dan digantikan Novan Sasongko.
Memasuki pertengahan babak pertama, Bhayangkara FC sempat membuat pendukungnya tegang ketika Awan Setho hampir melakukan kesalahan fatal pada menit ke-26. Bola yang dibiarkan menggelinding di dekat gawang nyaris dimanfaatkan Junior Brandao, namun situasi masih mampu diamankan sang kiper.
Pertandingan berjalan keras dengan wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk pemain Madura United dalam rentang waktu singkat. Novan Sasongko dan Junior Brandao menjadi pemain yang menerima kartu dari pengadil lapangan.
Di menit ke-36, Bhayangkara FC kembali memperoleh peluang emas lewat skema bola mati. Moussa Sidibe mengirim umpan ke tiang jauh, tetapi Privat Mbarga gagal menjangkau bola.
Sementara itu, Sani Rizki mencoba peruntungan melalui tendangan jarak jauh dari tengah lapangan pada menit ke-40. Sayangnya, bola masih melambung di atas mistar gawang Madura United.
Wasit memberikan tambahan waktu tiga menit pada babak pertama. Namun hingga peluit turun minum dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor sementara 0-1 untuk keunggulan Madura United atas Bhayangkara FC tetap bertahan hingga jeda pertandingan.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC tampil lebih agresif. Awan Setho sempat melakukan penyelamatan penting pada menit ke-56 untuk menggagalkan peluang Madura United dari luar kotak penalti.
Momentum kebangkitan Bhayangkara dimulai pada menit ke-62. Pemain pengganti Ryo Matsumura sukses mencetak gol penyeimbang lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan Moussa Sidibe.
Sundulan Ryo yang melengkung membuat kiper Diky Indriyana gagal membaca arah bola. Skor berubah menjadi 1-1.
Empat menit berselang, Bhayangkara FC berbalik unggul melalui Henry Doumbia. Gol bermula dari tendangan bebas Sani Rizki yang disambut sundulan Henry untuk mengubah skor menjadi 2-1 pada menit ke-66.
Bhayangkara FC terus menekan setelah unggul. Pada menit ke-78, Ryo Matsumura hampir mencetak gol keduanya melalui tendangan jarak jauh. Namun, Diky Indriyana masih mampu melakukan penyelamatan gemilang.
Madura United juga sempat mengancam lewat tendangan bebas Pedro Monteiro pada menit ke-80 dan peluang Ruxi di menit ke-84. Akan tetapi, Awan Setho tampil solid di bawah mistar gawang Bhayangkara.
Gol penutup akhirnya lahir melalui aksi Moussa Sidibe pada menit ke-87. Penyerang asal Mali tersebut melepaskan tendangan keras ke pojok gawang yang gagal diantisipasi Diky Indriyana. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk kemenangan Bhayangkara FC tetap bertahan. (faw/kun)






