Makkah (beritajatim.com) – Pos Indonesia resmi mengoperasikan layanan kargo haji di Arab Saudi untuk memudahkan jemaah haji 2026 mengirimkan oleh-oleh ke Tanah Air dengan tarif mulai Rp23.000 per kilogram.
Layanan ini disiagakan di seluruh sektor pemondokan di Makkah dan Madinah guna mengantisipasi barang bawaan berlebih saat kepulangan jemaah dengan estimasi waktu pengiriman melalui jalur udara selama 7 hingga 14 hari.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kehadiran layanan kargo ini menjadi solusi krusial bagi 125.243 jemaah Indonesia yang telah tiba di Tanah Suci.
Mengingat suhu di Makkah saat ini mencapai 40 derajat Celsius, jemaah diimbau untuk tidak memforsir tenaga membawa barang belanjaan berat secara mandiri dan beralih memanfaatkan jasa kargo resmi guna menjaga kesehatan menjelang puncak haji.
Koordinator Bisnis Petugas Kargo Haji Pos Indonesia 2026, Tangkas Wibowo, menjelaskan bahwa tarif pengiriman flat Rp23.000 per kilogram berlaku untuk sebagian besar wilayah Indonesia.
Namun, terdapat penyesuaian tarif untuk wilayah tertentu seperti Sulawesi Utara dan Gorontalo (Rp25.000/kg) serta Ambon dan Papua (Rp30.000/kg).
“Kami hadir di dalam musim haji 2026 melayani jemaah haji untuk pengiriman barang-barang, mungkin oleh-oleh, ke Indonesia dengan waktu 7 sampai 14 hari,” ujar Tangkas saat diwawancarai tim MCH di Makkah, dikutip Senin (11/5/2026).
Fasilitas Bebas Bea Masuk dan Keamanan Barang
Sesuai regulasi, jemaah haji memperoleh keistimewaan berupa pembebasan bea masuk untuk pengiriman maksimal dua koli per nomor paspor, dengan catatan nilai barang berada di bawah US$2.500.
Hal ini menjadi daya tarik bagi jemaah untuk mengirimkan barang-barang seperti sajadah, karpet, makanan kering, hingga cenderamata khas tanpa perlu khawatir terkait prosedur kepabeanan yang rumit.
“Untuk nilai kiriman di bawah itu jamaah mendapatkan kuota dari Bea Cukai untuk free biaya masuk,” kata Tangkas. Terkait berat kiriman, Pos Indonesia tidak menetapkan batas minimal, namun menyarankan satu koli tidak melebihi 35 kilogram untuk menjaga keamanan kemasan selama proses bongkar muat di bandara.
Sejak mulai beroperasi penuh di sektor-sektor Makkah pada 8 Mei 2026, animo jemaah terpantau sangat tinggi. Sebelumnya, layanan di Madinah telah berjalan selama 10 hari dengan total volume pengiriman mencapai 60 hingga 70 ton.
Pos Indonesia juga menyediakan layanan penjemputan (pick up) sesuai koordinasi dengan petugas kloter untuk memudahkan jemaah lansia.
“InsyaAllah di Makkah nanti di setiap sektor ada titik layanan Pos Indonesia,” tambah Tangkas. Guna menjamin keamanan, setiap barang yang masuk akan diperkuat kemasannya oleh petugas sebelum dikirim.
Layanan kargo ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 Waktu Arab Saudi (WAS), lengkap dengan mekanisme klaim apabila terjadi kerusakan atau kehilangan barang saat tiba di alamat tujuan di Indonesia. [ian/MCH]






