Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menetapkan target ambisius untuk sektor pajak hotel dan restoran pada tahun anggaran 2026 sebesar Rp5,5 miliar.
Kebijakan ini menjadi sorotan tajam lantaran dilakukan saat realisasi pajak di tahun 2025 masih tertatih di angka 55 persen dari target awal.
Berdasarkan data Dinas Pendapatan Daerah, rendahnya capaian tahun lalu—yang hanya menyentuh Rp1,3 miliar dari target Rp2,5 miliar—disebabkan oleh tingkat hunian kamar yang stagnan di angka 50 persen. Namun, optimisme baru muncul seiring penguatan status Ijen Geopark yang mulai mendongkrak kunjungan turis mancanegara ke berbagai destinasi kuliner dan penginapan di Bondowoso.
Kepala Bidang Pajak dan Retribusi pada Dinas Pendapatan Daerah Bondowoso, Dina Rulyanti, menjelaskan bahwa kenaikan target ini didasarkan pada asumsi kenaikan okupansi hingga 75 persen serta perluasan pendataan objek pajak baru.
Untuk sektor hotel, Bapenda bakal memaksimalkan 19-20 hotel yang ada, termasuk potensi hotel baru di wilayah Pujer. Sementara di sektor restoran, Bapenda akan enyisir potensi guest house dan rumah makan di kawasan wisata Ijen yang selama ini belum terdaftar sebagai wajib pajak.
“Kami sedang mendata sejumlah villa dan guest house potensial di kawasan Ijen. Meskipun ada kendala menemui pemilik langsung, ini adalah ceruk PAD yang harus kita amankan,” ujar Dina.
Menjawab persoalan lemahnya pengawasan transaksi, Pemkab Bondowoso kini mewajibkan penggunaan aplikasi TechSnapper. Alat ini berfungsi sebagai pendeteksi transaksi real-time yang terintegrasi dengan Bank Jatim.
Langkah ini diambil untuk menekan praktik pelaporan pajak yang tidak sesuai dengan jumlah tamu riil. Meski sempat mendapat penolakan dari sejumlah pelaku usaha, pemerintah menegaskan bahwa validitas data adalah kunci untuk mencapai target Rp5,5 miliar tersebut.
Meskipun target dinaikkan secara signifikan, pemerintah daerah berjanji akan tetap bersikap realistis. Jika dalam perjalanannya di tahun 2026 kondisi ekonomi dan kunjungan wisata tidak sesuai harapan, maka angka tersebut akan ditinjau ulang.
“Target ini tetap akan dievaluasi dalam perubahan anggaran jika memang kondisi di lapangan tidak memungkinkan. Namun, dengan integrasi sistem digital dan tren positif Ijen Geopark, kami optimis ada peningkatan signifikan,” tutup Dina. (awi)






