Pasuruan (beritajatim.com) – Struktur kepemimpinan Perumdam Tirta Umbulan Kota Pasuruan kini memicu polemik setelah kursi direktur utama resmi diduduki oleh kerabat dekat pejabat sebelumnya. Penunjukan Yudhi Wibowo sebagai nahkoda baru menuai sorotan tajam lantaran dirinya merupakan adik kandung dari mantan direktur yang kini terseret kasus korupsi.
Langkah Pemerintah Kota Pasuruan melantik sosok yang memiliki ikatan darah dengan terpidana kasus hukum di Blitar tersebut dianggap berisiko terhadap citra transparansi BUMD. Publik mempertanyakan independensi manajemen perusahaan daerah ke depan, mengingat jabatan strategis ini seolah hanya berputar di lingkaran keluarga yang sama.
“Kami tidak melihat konteks itu, yang penting sudah ada pansel dan memenuhi syarat. Siapa pun latar belakangnya tidak ada persoalan,” ujar Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo. Meski mengklaim proses seleksi telah sesuai regulasi, Mas Adi tetap harus menghadapi sentimen negatif masyarakat terkait etika birokrasi di lingkungan Pemkot.
Tantangan berat kini berada di pundak Yudhi Wibowo untuk membuktikan integritasnya di tengah stigma negatif keluarga yang melekat pada posisinya. Integritas internal yang sempat hancur akibat kasus korupsi kakaknya menjadi pekerjaan rumah yang sangat sensitif bagi direktur baru ini.
“Paling tidak integritas di internal tim harus solid untuk memperbaiki tingkat kehilangan air dan pelayanan,” ucap Yudhi Wibowo usai dilantik. Namun, pernyataan ini dipandang skeptis oleh sejumlah pihak yang khawatir pola kepemimpinan lama akan tetap bertahan di tubuh perusahaan air minum tersebut.
Penunjukan ini juga dinilai mengabaikan aspek psikologis pelanggan yang mengharapkan adanya perubahan total serta pembersihan citra dari pengaruh pejabat lama. Kepercayaan publik yang sedang berada di titik rendah akibat skandal korupsi sebelumnya kini semakin teruji dengan suksesi yang dianggap kontroversial ini.
“Fokus kami adalah optimalisasi pelayanan karena jika pelayanan baik, semua akan mengikuti,” tambah Yudhi menanggapi persoalan pelanggan fiktif yang ditinggalkan pendahulunya. Publik kini akan memantau ketat setiap kebijakan anggaran yang diambil guna memastikan tidak ada lagi penyimpangan serupa seperti yang dilakukan sang kakak.
Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kota Pasuruan seolah bertaruh besar pada reputasi manajemen air bersih di mata masyarakat luas. Keberhasilan atau kegagalan Yudhi kelak akan menjadi ukuran apakah penunjukan adik seorang koruptor ini merupakan keputusan profesional atau sekadar pengamanan jabatan semata. (ada/kun)






