Ringkasan Berita:
- Perayaan Hari Buruh di Pandaan diwarnai laporan pencopetan di tengah kerumunan massa.
- Sejumlah pengunjung kehilangan barang berharga, termasuk ponsel.
- Polisi membenarkan adanya laporan kehilangan dan tengah melakukan penyelidikan.
- Lemahnya pengamanan acara memicu tuntutan evaluasi sistem keamanan publik.
Pasuruan (beritajatim.com) – Peringatan Hari Buruh 2026 di Lapangan Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang semula diharapkan menjadi ajang hiburan dan kebersamaan, justru diwarnai keresahan setelah sejumlah pengunjung melaporkan aksi pencopetan di tengah padatnya massa.
Minimnya pengawasan keamanan di area acara diduga dimanfaatkan oleh pelaku kriminal untuk menjalankan aksinya saat ribuan peserta larut dalam rangkaian hiburan dan kegiatan gerak jalan.
Sejumlah warga mengaku kehilangan barang berharga, terutama telepon seluler, ketika berada di tengah kerumunan yang sangat padat.
“Teman saya kehilangan ponsel yang ditaruh di saku celana berkapasitas aman, namun saat dicek barang tersebut sudah hilang,” ujar salah satu rekan korban bernama Reka, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, upaya pelacakan sempat dilakukan, namun sinyal perangkat mendadak hilang sehingga pelaku sulit dilacak di tengah lautan massa.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengunjung yang menilai sistem pengamanan acara belum optimal dalam mengantisipasi potensi tindak kriminalitas di titik-titik rawan keramaian.
Keluhan tentang keberadaan oknum mencurigakan di sekitar lokasi pun bermunculan, memperkuat dugaan bahwa pelaku telah memanfaatkan momentum kerumunan besar untuk beraksi.
Kanit Reskrim Polsek Pandaan, Ipda S. Binsar H. Manurung, membenarkan adanya laporan kehilangan dari masyarakat.
“Kami membenarkan adanya laporan kehilangan ponsel tersebut, namun hingga kini baru satu orang yang resmi melapor secara tertulis,” ungkapnya.
Pihak kepolisian kini terus melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi kemungkinan adanya jaringan pencopet yang memang sengaja menargetkan acara besar seperti peringatan Hari Buruh.
“Petugas kini sudah mulai melakukan proses penyelidikan terhadap laporan yang masuk di Mapolsek Pandaan,” tambah Ipda Binsar.
Kasus ini memicu sorotan terhadap standar pengamanan dalam penyelenggaraan acara publik berskala besar di Pandaan. Banyak pihak mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap koordinasi keamanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Peristiwa tersebut menjadi peringatan penting bahwa selain menghadirkan hiburan, penyelenggara acara wajib memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat melalui sistem keamanan yang lebih ketat dan terorganisir. [ada/beq]






