Tuban (beritajatim.com) – Jelang Hari Raya Idul Adha, di Kabupaten Tuban marak pencurian hewan ternak sapi, baru dua hari sudah ada 3 korban dan 2 TKP yakni di Dusun Tlogowuni, Desa Temandang, Kecamatan Merakurak dan Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Kasi Humas Polres Tuban, IPTU Siswanto membenarkan adanya laporan warga yang kehilangan sapi, untuk di Kecamatan Merakurak terjadi pada Selasa 28 April 2026 pukul 23.30 Wib dan di Kecamatan Jenu pada Rabu 29 April 2026 pukul 05.00 Wib.
“Untuk yang di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak korban bernama Mohammad Toha Rivai yang kehilangan 4 ekor sapi,” ujar Siswanto. Kamis (30/04/2026).
Awal mula pelapor setelah sholat isya keluar untuk menjemput anaknya ngaji dan pelaporbpergi ke sawah untuk mengairi lahan sawah miliknya di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak. Lalu, sekira pukul 23.30 WIB pelapor pergi ke kandang sapinya untuk memberikan makan dan minum secara rutin. Tapi tiba-tiba sapinya telah raib.
“Ada 4 ekor, sapi 1 jantan dewasa berwarna merah berjenis limosin, 1 betina dewasa berwarna merah berjenis limosin, 1 betina dewasa berwarna coklat berjenis kacokan perkawinan antara bibit jawa dan bibit limosin, 1 betina anakan berwarna merah berjenis kacokan,” terang Siswanto.
Namun, sebelumnya pelapor mendapati sapinya tidak ada di kandang mencoba mencari di sekeliling sekitar kandang, ternyata ditemukan jejak langkah sapi dan kendaraan mobil yang melintas di pertengahan kebun di belakang kandang.
“Akibat kejadian tersebut, korban kemudian melaporkan ke Polsek setempat dan kerugian ditafsir mencapai kurang lebih Rp 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah),” imbuhnya.
Untuk saat ini tersangka masih dalam proses lidik dan akan dijerat Pasal 477 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana.
Sementara itu, kejadian yang kedua di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban korban bernama Kusnan dan Asih atau 2 kandang sapi. Saat kejadian, Asih bangun pagi dan langsung menuju kandang sapi miliknya yang terletak di belakang rumah, niat Asih setiap pagi rutin membersihkan kandang dan memberi makan ternak sapi miliknya.
Lalu, disamping rumah kandang milik Kusnan juga dibersihkan. Setelah tiba di kandang Kusnan, Asih mendapati bahwa sapi betina merah jenis Simental yang berumur 1,5 tahun hilang dan tidak ada dikandang, termasuk sapi betina yang berumur 10 bulan, warna merah jenis Limosin juga tidak ada ditempat atau hilang yang mana jarak kandang sapi milik Kusnan dan Asih kurang lebih 10 meter.
“Mengetahui bahwa sapi betina milik keduanya, tidak ada dikandang atau hilang kemudian dilakukan pencarian namun tidak diketemukan akhirnya kedua orang tersebut melaporkan kejadian yang dialaminya ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek setempat,” tambahnya.
Akibatnya, kedua korban Kusnan dan Asih mengalami kerugian sebesar Rp 33.000.000, (tiga puluh tiga juta rupiah) dengan uraian sapi milik Kusnan seharga Rp 16.000.000,- (Enam belas juta rupiah) dan sapi milik Asih seharga Rp 17.500.000,- ( tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah).
“Saat ini ketiga kasus pencurian sapi di dua TKP masih dalam penyelidikan,” pungkasnya. [dya/aje]






