Pamekasan (beritajatim.com) – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pamekasan, terus memperluas upaya perlindungan jaminan sosial dengan mencanangkan program “Goes to Pesantren dan Sekolah”. Program ini bertujuan meningkatkan literasi serta kesadaran santri dan pelajar terhadap pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sejak dini.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pamekasan, Anita Ardhiana menyampaikan bahwa generasi muda, termasuk santri dan pelajar perlu memahami risiko kerja serta pentingnya perlindungan sosial di masa depan.
“Melalui program ini, kami akan melakukan sosialisasi langsung ke berbagai lembaga pendidikan, baik sekolah formal maupun pesantren yang tersebar di wilayah Pamekasan. Termasuk menanamkan pemahaman sejak dini bahwa perlindungan jaminan sosial itu penting, terutama ketika mereka nanti memasuki dunia kerja,” kata Anita Ardhiana, Kamis (23/4/2026).
Sosialisasi tersebut direncakan mencakup pemaparan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). “Selain itu, kami juga ingin memberikan edukasi bagi pelajar dan santri tentang risiko kerja di berbagai sektor, serta bagaimana cara menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri,” ungkapnya.
Program “Goes to Pesantren dan Sekolah” juga diharapkan dapat menjangkau para pekerja muda di sektor informal yang kerap belum terlindungi jaminan sosial. “Dengan melibatkan pihak sekolah dan pesantren, kami optimistis informasi dapat tersebar lebih luas dan efektif,” imbuhnya.
“Terlebih program seperti ini kami rasa dapat menambah wawasan bagi para pelajar dan santri yang selama ini belum banyak mengetahui tentang jaminan sosial ketenagakerjaan,” sambung Anita.
Pihaknya menilai rencana tersebut dapat meningkatkan cakupan peserta, khususnya di lingkungan lembaga pendidikan, termasuk pesantren. “Kedepan kami berencana menjadikan program ini sebagai agenda rutin guna mendukung terciptanya generasi pekerja yang sadar akan pentingnya perlindungan sosial dan kesejahteraan di masa depan,” tegasnya.
“Sejauh ini, kami mulai menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi (Jawa Timur) dan Kabupaten dalam meningkatkan kepesertaan Jamsostek (Jaminan Sosial Ketenagakerjaan), sekaligus memudahkan layanan bagi pendidik maupun peserta didik yang menjalani magang atau praktek kerja pada jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat, serta pelajar yang mengikuti kegiatan minat dan bakat, seperti olimpiade, pertandingan olahraga, seni, dan sebagainya,” jelasnya.
“Kedepan kami akan terus dilakukan pendekatan persuasif, agar kepesertaan dari segmentasi bisa terus meningkat. Tiada lain hal ini kita lakukan untuk melindungi para pekerja, agar bisa tenang ketika dihadapkan dengan beragam risiko kerja,” pungkasnya. [pin/kun]






