Bangkalan (beritajatim.com) – Di tengah panas terik dan terpaan angin, ratusan siswa SDN Kajuanak 4, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, terpaksa menimba ilmu di bawah tenda darurat. Sejak ruang kelas mereka ambruk pada Senin (24/11/2025) malam, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan.
Sebanyak 105 siswa dari kelas I hingga kelas VI harus rela belajar di teras sekolah dan halaman, beralaskan tanah, beratapkan terpal seadanya. Kondisi ini jauh dari kata layak, namun menjadi satu-satunya pilihan agar kegiatan belajar tetap berjalan.
Kepala SDN Kajuanak 4, Ningsih, mengungkapkan situasi yang dihadapi sekolahnya semakin memprihatinkan. Bangunan yang tersisa kini dalam kondisi miring dan sewaktu-waktu bisa roboh.
“Sebagian belajar di teras, sebagian di halaman. Kami buat tenda darurat dari terpal. Tapi kami juga khawatir, karena bangunan yang masih berdiri sudah doyong,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Rasa cemas tak hanya dirasakan guru, tetapi juga warga sekitar. Sisa bangunan yang rapuh menjadi ancaman nyata bagi keselamatan siswa jika dipaksakan digunakan.
“Kerusakannya hampir merata. Kami tidak berani mengambil risiko. Keselamatan anak-anak lebih penting,” tegasnya.
Ironisnya, meski kondisi sekolah kian memprihatinkan, janji perbaikan dari Dinas Pendidikan Bangkalan hingga kini belum terealisasi. Ketidakpastian itu membuat para siswa dan orang tua diliputi kegelisahan.
“Orang tua sering bertanya. Mereka ingin anak-anaknya belajar dengan nyaman, bukan dalam kondisi seperti ini,” tutur Ningsih.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, belum dapat memberikan kepastian terkait perbaikan gedung sekolah tersebut.
“Belum ada informasi kepastiannya. Insyaallah tahun ini, mohon doanya,” ujarnya singkat. [sar/but]






