Blitar (beritajatim.com) – Insiden tabrakan antara Kereta Api (KA) Bromo vs KRL, yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, wilayah Daop 1 Jakarta, berdampak langsung pada layanan perjalanan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun secara resmi mengumumkan pembatalan dua keberangkatan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) untuk jadwal Selasa, 28 April 2026.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden yang melibatkan rangkaian kereta api dan KRL tersebut. Fokus utama saat ini adalah penanganan korban dan normalisasi jalur.
Sebagai imbas dari penghentian sementara operasional dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, KAI Daop 7 terpaksa mengambil kebijakan pembatalan untuk dua rangkaian KA unggulan menuju ibu kota:
1. KA 143B Madiun Jaya (Relasi Madiun – Pasar Senen)
2. KA 149 Singasari (Relasi Blitar – Pasar Senen)
Tohari menegaskan bagi para calon penumpang yang terdampak pembatalan, KAI memberikan jaminan pengembalian biaya tiket secara penuh.
“Pelanggan yang perjalanan KA-nya dibatalkan dapat melakukan pembatalan tiket di stasiun keberangkatan dengan pengembalian bea sebesar 100%. Layanan ini kami buka hingga H+7 dari jadwal keberangkatan,” jelas Tohari.
Kondisi Penumpang dan Fokus Evakuasi
Mengenai kondisi di pusat insiden, KAI memastikan bahwa seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Namun, perhatian penuh saat ini diberikan kepada penumpang KRL yang terdampak. KAI bekerja sama dengan Basarnas, TNI, Polri, dan tim medis telah merujuk sejumlah korban ke beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi, antara lain RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Permohonan Maaf dan Layanan Informasi
Pihak manajemen KAI Daop 7 Madiun memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan akibat gangguan pola operasi ini. Penyesuaian dilakukan demi memastikan keselamatan perjalanan kereta api di masa mendatang.
“Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga penumpang dan kekecewaan pelanggan atas gangguan ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujar Tohari. (owi/but)






