Ringkasan Berita:
- Jembatan Merah Putih Presisi di Sawoo Ponorogo memulihkan akses 3 dusun terdampak banjir.
- Sebelumnya dua jembatan rusak parah dan melumpuhkan mobilitas warga.
- Kini jembatan Mingging bisa dilalui mobil, sementara Mijil untuk roda dua.
- Pembangunan jadi bagian program Polri untuk mendukung akses ekonomi dan pendidikan.
Ponorogo (beritajatim.com) – Akses warga di tiga dusun di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo yang sempat terputus akibat jembatan rusak, kini kembali terbuka setelah rampungnya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Infrastruktur ini menjadi solusi atas kerusakan akibat banjir sepanjang 2025 yang sempat melumpuhkan mobilitas masyarakat.
Tiga dusun yang terdampak yakni Dusun Tandan, Gombak, dan Mingging. Kini, aktivitas warga perlahan kembali normal, terutama untuk kebutuhan ekonomi dan akses pendidikan anak-anak.
Kepala Desa Grogol, Jalu Prasetyo, mengungkapkan terdapat dua jembatan yang mengalami kerusakan parah. Jembatan di Dukuh Mingging putus total menjelang Lebaran 2025, sedangkan jembatan di Dukuh Mijil mengalami kerusakan struktur akibat pondasi tergerus arus deras.
“Di Mingging itu putus total saat mau Lebaran 2025. Kalau di Mijil bukan putus, tapi pondasinya tergerus arus deras, sehingga mengalami penurunan. Dua-duanya sangat vital, warga sampai tidak bisa keluar pakai mobil,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, keberadaan jembatan sangat penting bagi kehidupan warga, tidak hanya untuk aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai akses utama anak-anak menuju sekolah.
Kini, kondisi tersebut mulai teratasi. Jembatan di Mingging sudah dapat dilalui kendaraan roda empat, sementara jembatan di Mijil difungsikan untuk roda dua dan masih dalam tahap penyelesaian akhir.
“Alhamdulillah sudah dibangun jembatan. Di Mingging sudah bisa dilewati mobil, kalau di Mijil untuk roda dua. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu, terutama Polri yang ikut mendorong solusi atas masalah ini,” ungkapnya.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Merah Putih Presisi sebagai tindak lanjut atensi Presiden dan Kapolri dalam memastikan akses masyarakat tetap aman dan layak.
“Di Polres Ponorogo kita membangun empat jembatan Merah Putih Presisi. Tiga sudah selesai, satu masih proses. Lokasinya di Ngebel satu, Sawoo dua titik, dan satu lagi di Bungkal,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan dilakukan melalui kolaborasi antara Polres dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Setiap jembatan dianggarkan antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar, dengan waktu pengerjaan rata-rata sekitar tiga bulan.
“Ini bentuk kerja sama dengan pemda. Kita percepat karena ini sangat krusial, terutama untuk anak-anak sekolah. Dulu mereka harus menyeberang dengan risiko tinggi, sekarang sudah bisa lewat dengan aman,” tegasnya.
AKBP Andin menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendata titik lain yang membutuhkan perbaikan serupa, dengan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Dengan rampungnya jembatan ini, infrastruktur yang sempat lumpuh kini kembali berfungsi, membuka akses warga sekaligus menggerakkan kembali aktivitas ekonomi dan pendidikan di wilayah terdampak. [end/beq]






