Yogyakarta (beritajatim.com) – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare di Kota Yogyakarta menggemparkan publik. Terungkapnya praktik tidak manusiawi di tempat penitipan anak ini menjadi alarm keras bagi sistem pengawasan lembaga pengasuhan anak di Indonesia.
Peristiwa ini terjadi di sebuah daycare bernama Little Aresha yang berlokasi di Umbulharjo, Yogyakarta. Kasus mencuat setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan pada 24 April 2026.
Puluhan Anak Jadi Korban Kekerasan
Hasil penyelidikan awal menunjukkan fakta mengejutkan. Dari total sekitar 103 anak yang terdaftar di daycare tersebut, sebanyak 53 anak diduga menjadi korban kekerasan fisik.
Beberapa korban bahkan masih berusia di bawah dua tahun. Mereka ditemukan mengalami berbagai bentuk perlakuan tidak layak, seperti diikat tangan dan kaki, dibiarkan tanpa pakaian selain popok, mengalami luka lebam dan cedera fisik
Temuan ini diperkuat oleh kesaksian orang tua yang mengaku anaknya mengalami luka misterius hingga gangguan kesehatan setelah dititipkan di daycare tersebut.
13 Tersangka Diamankan Polisi
Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka, yang terdiri dari pengasuh hingga pihak pengelola daycare.
Selain itu, sekitar 30 orang turut diperiksa sebagai saksi dalam pengembangan kasus. Penyelidikan masih terus berlangsung dan jumlah korban diperkirakan bisa bertambah.
Diduga Tak Berizin dan Minim Pengawasan
Fakta lain yang menguatkan keprihatinan adalah dugaan bahwa daycare tersebut belum memiliki izin operasional resmi.
Kondisi ini menyoroti lemahnya pengawasan terhadap lembaga penitipan anak, terutama yang beroperasi secara privat tanpa standar yang jelas.
Respons Pemerintah dan Pendampingan Korban
Pemerintah Daerah DIY langsung mengambil langkah cepat. Melalui dinas terkait, korban kini mendapatkan:
Pendampingan psikologis dan medis
Dukungan bagi keluarga korban
Evaluasi menyeluruh terhadap izin dan pengawasan daycare
Pemda juga berencana melakukan sweeping terhadap daycare ilegal guna mencegah kasus serupa terulang.
Trauma Mendalam bagi Anak dan Orang Tua
Kasus ini tidak hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam. Beberapa orang tua mengaku anaknya mengalami ketakutan berlebihan, gangguan perkembangan dan penurunan kondisi kesehatan
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa daycare seharusnya menjadi tempat aman bagi anak, bukan justru lokasi kekerasan.
Momentum Evaluasi Sistem Perlindungan Anak
Kasus daycare di Yogyakarta ini membuka diskusi luas mengenai standarisasi operasional daycare, pengawasan berkala oleh pemerintah dan edukasi orang tua dalam memilih tempat penitipan anak
Tanpa pembenahan sistem, risiko kekerasan terhadap anak di fasilitas serupa dikhawatirkan akan terus berulang. [aje]






