Kediri (beritajatim.com) – Nuansa sakral menyelimuti Stasiun Ketel Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo pada Jumat Legi, 24 April 2026. Jajaran manajemen, tokoh masyarakat, hingga kelompok tani berkumpul untuk melaksanakan syukuran Slow Firing atau yang lebih dikenal masyarakat Jawa dengan istilah Cethik Geni.
Tradisi ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kesiapan total pabrik dalam menyongsong musim giling tahun 2026.
General Manager PG Ngadiredjo, Wayan Mei Purwono, menjelaskan bahwa cethik geni merupakan proses pembakaran lambat pada boiler (ketel uap) untuk meningkatkan suhu secara bertahap dan merata. Pemilihan waktu pada Jumat Legi pun mengandung filosofi mendalam bagi masyarakat dan industri gula.
“Dengan dinyalakan di Jumat Legi ini, kami berharap tebu yang masuk benar-benar legi (manis) dan membawa berkah bagi semua pihak,” ujar Wayan di sela-sela acara.
Target Produksi Fantastis: 82.500 Ton Gula
Musim giling tahun ini menempatkan PG Ngadiredjo pada target yang cukup ambisius. Wayan memaparkan bahwa pabrik memproyeksikan penggilingan tebu sebanyak 11 juta kuintal. Dengan target rendemen dipatok pada angka 7,5 persen, PG Ngadiredjo optimistis mampu memproduksi sedikitnya 82.500 ton gula kristal putih.
“Ini adalah target yang fantastis. Namun, dengan semangat gotong royong antara petani, karyawan, dan seluruh pemangku kepentingan, kami yakin target ini bisa tercapai demi ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Kesiapan Teknis dan Steam Test
Dari sisi teknis, mesin-mesin pabrik telah melalui tahap persiapan akhir. Manajer Instalasi PG Ngadiredjo, Marsis Bintoro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sekitar 400 ton ampas sebagai bahan bakar awal untuk proses cethik geni.
Ketersediaan bahan bakar ini menjadi kunci utama untuk melaksanakan steam test atau uji coba menyeluruh pada sistem uap pabrik sebelum operasional penuh dimulai. Marsis menambahkan bahwa kebutuhan bahan bakar ampas untuk menjaga tenaga ketel selama masa giling mencapai 600 hingga 700 ton per hari.
“Kami terus menambah stok ampas agar operasional tidak terhambat. Secara infrastruktur dan teknis, PG Ngadiredjo sudah sangat siap menyongsong sukses giling 2026,” imbuh Marsis.
Jadwal Giling dan Pethik Tebu
Rangkaian kegiatan menuju giling akan berlanjut pada Sabtu, 25 April 2026, dengan agenda Pethik Tebu Perdana. Prosesi ini menandai dimulainya panen tebu di wilayah lahan binaan sebelum pengiriman masif ke pabrik.
Secara terjadwal, tebu akan mulai masuk ke area pabrik pada 8 Mei 2026, dan mesin giling PG Ngadiredjo akan resmi beroperasi secara perdana (*start giling*) pada 9 Mei 2026. [nm/beq]






