Malang(beritajatim.com) – Perum BULOG Cabang Malang rutin melakukan pemantauan ke pasar tradisional untuk memastikan pasokan bahan pokok aman. Selain melakukan pasokan ke pedagang mereka juga melakukan distribusi bantuan pangan bagi masyarakat penerima.
Pemimpin Cabang BULOG Malang, M Nurjuliansyah Rachman memastikan tidak ada keterlambatan meski mereka juga melakukan distribusi bantuan pangan bagi masyarakat. Karena program ini sama-sama menyentuh masyarakat.
“Keterlambatan tidak ada, kami juga ada program bantuan pangan untuk minyak goreng jadi kuota yang tadinya murni untuk pasar harus kita bagi untuk bantuan pangan juga. Efeknya Insha Allah ada karena bantuan pangan langsung ke penerima jadi tidak perlu beli ke pasar,” kata Rachman, Minggu, (19/4/2026).
Rachman memgatakan untuk stok minyak goreng di Kota Malang saat ini hanya tersisa 9 ribu liter saja. Bulog Malang telah meminta penambahan ke Bulog Jatim demi mempertebal stok minyak goreng di Kota Malang.
“Sisa 9 ribu liter khusus Kota Malang. Kita sudah ajukan penambahan. Kebutuhan pasar itu tidak terbatas karena berapapun pasti keserap,” ujar Rachman.
Rachman tidak menampik bahwa stok 9 ribu liter minyak goreng untuk Kota Malang belum kategori aman. Untuk itu Bulog Malang terus berupaya meminta penambahan 24 ribu kardus minyak goreng..
“Untuk Kota Malang kalau dibilang aman ya masih belum aman tapi kita upayakan ada penambahan minimal 24 ribu kardus. Untuk periode 2 minggu,” kata Rachman.
Meski stok belum dalam kondisi aman. Rachman menegaskan tidak ada kelangkaan di Kota Malang. Karena jika mereka mendapat laporan kelakaan yang menyebabkan harga meroket, mereka langsung melakukan intervensi.
“Kami setiap hari bersama satgas Polres juga melakukan pemantauan, ada kenaikan harga kami pasti turun untuk intervensi,” ujar Rachman. (luc/ted)






