Jember (beritajatim.com) – Yayasan Persid Jember Baru Jember Maju meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk memobilisasi dukungan kepada tim Persid, jika menjadi tuan rumah babak nasional kompetisi sepak bola Liga 4.
“Kami butuh support. Kerahkan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Kami iri, ksetika bermain di Pamekasan, seluruh OPD sampai RT-RW dikerahkan untuk nonton,” kata Ketua Yayasan Persid Jember Baru Jember Maju Ardi Pujo Prabowo, Jumat (17/4/2026).
Ardi ingin masyarakat dikerahkan memenuhi Stadion JSG. Namun dia juga meminta agar penonton bertindak sportif. Penyerangan terhadap bus tim Persida Sidoarjo, 19 Januari 2026, menjadi pelajaran berharga untuk tidak terulang.
“Fanatisme terhadap tim wajib hukumnya. Tapi kita juga harus bisa menjaga. Jika ada kericuhan sedikit saja, yang dirugikan adalah tim kita,” kata Ardi.
Dalam waktu dekat, yayasan dan manajemen Persid akan berbicara dengan perwakilan kelompok suporter South Sector. “Dalam waktu dekat kita akan mengadakan sarasehan. Kita ngobrol bareng, kita diskusi bareng, bagaimana South Sector menjadi kekuatan pemain ke-12 bagi Persid,” kata Ardi.
“Di era sepak bola modern ini, oleh emosi tapi ya ojo nemen-nemen. Kita saja juga emosi. Tapi kasihan pemain, pelatih yang sudah berjuang. Ada intropeksi dari hasil kemarin yang harus menjadi kedewasaan kita bersama, kedewasaan bagi pecinta sepak bola khususnya kepada Persid,” kata Ardi.
Ardi mengatakan, saat ini adalah momentum untuk membawa Persid ke level lebih ringgi. “Ini yang harus menjadi pemikiran bersama di era sepak bola modern. Insyaallah pada bulan Mei saatnya kita memberikan kebanggaan yang terbaik, memberikan prestasi yang terbaik untuk seluruh masyarakat Jember melalui sepak bola, melalui kebangkitan Persid,” katanya/
Saat itu situasi pemerintahan di Jember sangat kondusif. “Eksekutif dan legislatif sudah satu suara, sudah benar-benar satu hati, untuk bisa mengangkat Persid ke kasta yang paling tinggi. Kami akan mengajak seluruh masyarakat yang saat ini misalkan masih ada pro dan kontra untuk memberikan sumbangsih pemikiran,” kata Ardi.
Wakil Kepala Polres Jember Komisaris Ferry Dharmawan juga berharap serupa. “Suporter harus siap menang dan siap kalah. Saya yakin suporter Persid sudah dewasa, siap menang dan siap kalah,” katanya.
Polres siap mengamankan pertandingan jika Persid menjadi tuan rumah. “Kami akan berkoordinasi dengan panitia pelaksana. Tentunya kami akan me memberikan pelatihan dan juga nanti kami akan mengasesmen stadion JSG. Tentunya stadion kita harus layak terutama dari segi keamanan,” kata Ferry.
Ferry tidak ingin JSG tidak layak dari aspek keamanan, sehingga berpengaruh terhadap tim tamu. “Kita selaku tim tuan rumah tidak boleh mengecewakan tim tamu, karena itu akan membawa nama Persid Jember,” katanya.
Belajar dari penyerangan terhadap bus Persida, Ferry ingin setiap proses penyelenggaraan pertandingan nantinya melibatkan kepolisian. “Jadi, kita tahu di mana home base peserta, supaya kita bisa melakukan pengawalan terhadap bus tim tamu, sehingga meminimalisir kejadian yang tidak kita inginkan,” katanya. [wir/but]






