Ponorogo (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, pada Selasa (14/4) malam, memicu insiden ambrolnya plafon di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Slahung. Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya, saat intensitas hujan meningkat tajam. Sehingga menyebabkan rembesan air dari atap. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kerusakan tersebut ditaksir mencapai jutaan rupiah.
“Kejadiannya tadi malam karena curah hujannya sangat tinggi. Jadi kebetulan di ruang UGD, untuk pelayanan gawat darurat itu ada rembesan air dari atas. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda, jadi begitu air rembes, plafonnya langsung ambrol,” kata Kepala Puskesmas Slahung, Sutanti Candra Dewi, Rabu (15/4/2026) .
Pasca kejadian, pihak puskesmas langsung bergerak cepat melakukan penanganan awal dengan membersihkan material plafon yang jatuh. Proses perbaikan pun langsung dilakukan, untuk memastikan kerusakan tidak meluas dan pelayanan bisa segera kembali normal. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan pasien maupun tenaga kesehatan.
“Untuk perbaikan segera kami laksanakan. Hari ini proses pembersihan dan setelah itu sudah mulai perbaikan plafon,” ungkap Sutanti.
Dampak dari insiden tersebut, pelayanan di ruang UGD dan rawat inap untuk sementara waktu ditutup. Namun demikian, pelayanan kesehatan lainnya seperti rawat jalan tetap berjalan seperti biasa tanpa gangguan berarti. Pihak puskesmas juga melakukan penyesuaian layanan agar masyarakat tetap mendapatkan penanganan medis.
“Sementara ruang pelayanan gawat darurat kita tutup. Untuk pelayanan rawat jalan tetap seperti biasa,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kebutuhan layanan darurat, pihak puskesmas mengalihkan penanganan kasus-kasus tertentu ke ruangan lain yang dinilai lebih aman. Hal ini dilakukan agar pelayanan dasar tetap bisa diberikan meskipun dalam kondisi terbatas. Upaya tersebut menjadi solusi sementara sembari menunggu proses perbaikan selesai.
“Untuk kasus gawat darurat yang bisa kita laksanakan, kita alihkan di ruangan lain,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Slahung, Nur Huda Rifai, membenarkan bahwa curah hujan tinggi menjadi pemicu utama kerusakan fasilitas tersebut. Dia menyebut kejadian ini merupakan salah satu dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayahnya, meski tidak sampai mengganggu layanan kesehatan secara keseluruhan. Pemerintah kecamatan pun memastikan penanganan berjalan cepat.
“Informasi awal akibat curah hujan tinggi tadi malam ini ada beberapa titik, salah satunya di UGD Puskesmas Slahung,” ungkapnya.
Dia menambahkan, proses perbaikan plafon diperkirakan hanya memerlukan waktu singkat, sehingga pelayanan UGD dapat segera kembali difungsikan. Selama masa perbaikan, pelayanan lain tetap berjalan normal dan masyarakat diimbau tidak khawatir. Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal.
“UGD ini akan segera ada perbaikan, kurang lebih 2-3 hari selesai, sehingga pelayanan bisa dilanjutkan kembali. Tapi ini tidak akan mengganggu pelayanan yang lain, tetap berjalan seperti biasa. Hanya yang UGD ini tutup sementara, untuk perbaikan 2-3 hari ini,” pungkasnya. [end/aje]






