Pasuruan (beritajatim.com) – Penyebab kematian perempuan tanpa identitas yang ditemukan di area persawahan Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, akhirnya terungkap. Polisi memastikan korban merupakan pejalan kaki yang menjadi korban tabrak lari sebelum ditemukan meninggal dunia.
Temuan ini menjadi titik terang setelah penyelidikan mendalam yang dilakukan aparat kepolisian sejak penemuan jasad di dekat SDN Sambirejo I. Kondisi korban saat ditemukan memang menunjukkan luka serius, terutama di bagian wajah.
Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga mengonfirmasi bahwa korban diketahui merupakan seorang pengidap gangguan jiwa (ODGJ).
“Untuk penemuan mayat ternyata korban merupakan ODGJ dan sebelumnya sempat menjadi korban tabrak lari,” jelasnya.
Dari hasil rekonstruksi sementara, korban diduga tertabrak kendaraan di jalan raya, kemudian masih sempat berjalan menjauh dari lokasi benturan. Dalam kondisi luka parah dan kehilangan arah, korban akhirnya terjatuh di area persawahan hingga meninggal dunia.
“Diduga korban setelah ditabrak sempat jalan hingga lokasi kejadian dan kemudian tergeletak di area persawahan,” tambah Dhecky.
Kasus ini kini ditangani oleh Unit Laka Lantas setelah sebelumnya berada di bawah penanganan Satreskrim. Pengalihan tersebut dilakukan untuk mempercepat pengungkapan pelaku tabrak lari yang bertanggung jawab atas kematian korban.
Petugas saat ini tengah mengumpulkan berbagai bukti di lapangan, termasuk menelusuri rekaman CCTV di sepanjang jalur utama Kecamatan Rejoso. Identifikasi kendaraan yang terlibat menjadi fokus utama penyelidikan.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui atau melihat kejadian kecelakaan pada Senin sore untuk segera melapor. Informasi dari warga dinilai penting guna membantu mengungkap identitas pelaku dan memberikan keadilan bagi korban yang hingga kini masih berstatus Mrs. X. [ada/beq]






