Situbondo (beritajatim.com) – Rumah bagian dapur milik Nutis (76), warga Dusun Sumberwaru, RT 002 RW 005, Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, roboh akibat diterjang angin kencang pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena rumah dalam keadaan kosong saat angin kencang melanda.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari cuaca ekstrem yang melibatkan angin kencang di wilayah Kapongan. Angin tersebut tiba-tiba merobohkan bangunan dapur semi permanen milik Nutis.
Menurut Puriyono, saat kejadian, Nutis sedang mencari rumput untuk pakan ternak di persawahan, sementara istrinya berada di rumah tetangga sebelah timur, sehingga rumah dalam keadaan kosong dan tidak ada korban luka maupun jiwa.
Selain faktor cuaca ekstrem, kondisi bangunan rumah yang sudah agak rapuh turut menjadi penyebab robohnya dapur tersebut. “Material bangunan dapur sudah termakan usia dan kayunya agak rapuh. Ditambah hembusan angin kencang, bangunan tidak mampu bertahan,” ujar Puriyono, Senin malam.
Berdasarkan asesmen cepat tim Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo, kerugian material akibat robohnya dapur ditaksir mencapai sekitar Rp6.000.000 dengan kategori rusak berat.
Puriyono menambahkan bahwa sejumlah unsur telah turun ke lokasi kejadian, antara lain staf Kecamatan Kapongan, anggota Polsek dan Koramil Kapongan, anggota Pusdalops dan TRC BPBD Situbondo, anggota Tagana Dinsos Situbondo, perangkat Desa Wonokoyo, serta warga setempat.
Langkah-langkah yang dilakukan meliputi peninjauan lokasi, koordinasi dengan berbagai pihak, kaji cepat dampak kerusakan, serta imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem dengan angin kencang dan hujan lebat masih sering terjadi di wilayah Situbondo. (awi/kun)






