Ponorogo (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, memicu terjadinya tanah longsor setinggi kurang lebih 30 meter, pada Minggu (5/4/2026) sore.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu, menyebabkan setidaknya 3 kepala keluarga (KK) terdampak akibat akses jalan terputus.
Detik-detik longsor di Dukuh Gondang Sari sempat terekam kamera amatir warga. Dalam rekaman tersebut, suara gemuruh terdengar sebelum material tanah ambrol menutup area di bawahnya. Berdasarkan keterangan warga, hujan deras turun lebih dari 2 jam sebelum kejadian. Kondisi tanah yang jenuh air diduga menjadi pemicu utama longsor.
“Awalnya hujan deras cukup lama, lalu terdengar suara gemuruh dan tanah langsung longsor,” kata uWahrudin, warga setempat, Senin (6/4/2026).
Akibat longsor tersebut, tiga rumah warga dilaporkan terisolasi. Akses jalan utama yang biasa digunakan tertutup material longsor berupa tanah liat sepanjang kurang lebih 50 meter. Kondisi jalan yang licin, membuat kendaraan tidak dapat melintas.
“Kami terpaksa menggunakan jalan ladang untuk aktivitas sehari-hari karena akses utama tertutup,” kata Sarnu, Kepala Desa Banaran.
Pasca kejadian, warga setempat bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup jalan. Upaya ini dilakukan secara manual sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pemerintah desa telah melakukan pemetaan lokasi terdampak. Warga juga diimbau untuk menjauhi area mahkota longsor guna mengantisipasi longsor susulan. Sebagai langkah antisipasi, sejumlah warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat yang dinilai lebih aman untuk bermalam. (end/ted)






