Situbondo (beritajatim.com) – Sebuah kebakaran hebat melanda sebuah rumah semi permanen di Dusun Penjalinan, RT 01 RW 07, Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, pada Minggu (5/4/2026). Beruntung, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, membenarkan kejadian tersebut. Api diduga berasal dari kompor gas yang ditinggalkan menyala saat korban, Misna (71), seorang buruh tani, tertidur di teras depan rumah.
“Ibu Misna sedang memasak air untuk membuat kopi, kemudian ditinggal tidur di teras. Sekitar pukul 08.30 WIB, terdengar letusan dari arah dapur disertai asap hitam. Korban sempat berusaha memadamkan sendiri, namun api dengan cepat membesar,” jelas Puriyono, Minggu siang.
Korban kemudian meminta tolong kepada anaknya, Tolak alias Soni (35), dan para tetangga. Warga bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menghubungi pemadam kebakaran.
Satu unit mobil damkar milik Pemkab Situbondo yang memang disiagakan di wilayah Kecamatan Asembagus segera tiba di lokasi. “Petugas langsung melakukan pemadaman dan pembasahan. Api berhasil dijinakkan sekitar pukul 10.00 WIB,” tambah Puriyono.
Kerugian material akibat kebakaran ini ditaksir mencapai sekitar Rp23.600.000. Rinciannya meliputi 3 kasur (Rp1,5 juta), 2 dipan (Rp4 juta), 1 lemari (Rp1,5 juta), 20 kg beras (Rp300 ribu), jagung glondongan (Rp1 juta), kompor dan tabung LPG (Rp300 ribu), serta rumah dan dapur yang rusak berat dengan nilai sekitar Rp15 juta.
Puriyono menyebutkan bahwa tim Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo telah melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain mendatangi lokasi, berkoordinasi dengan kecamatan, TNI, Polri, dan perangkat desa, serta melakukan kajian cepat dampak kerusakan.
“Kami juga akan melanjutkan ke tahap jitupasna atau pengkajian kebutuhan pasca-bencana di lokasi, serta menyalurkan bantuan logistik dan lainnya,” ujar Puriyono.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan kompor gas dan tidak meninggalkan api dalam keadaan menyala tanpa pengawasan. (awi/aje)






