Pasuruan (beritajatim.com) – Proyek peninggian infrastruktur penyeberangan di aliran Sungai Buk Wedi resmi memasuki tahap pengerjaan fisik berskala besar pada pekan ini. Penutupan total ruas Jalan Ir. H. Juanda terpaksa dilakukan guna memberikan ruang bagi mobilisasi alat berat dan material konstruksi di lokasi proyek.
Langkah ini diambil sebagai solusi permanen untuk mengatasi sumbatan arus sungai yang selama ini menjadi pemicu banjir di kawasan pesisir Kota Pasuruan. Selama masa pengerjaan, seluruh kendaraan yang melintas di jalur utama dipastikan tidak dapat mengakses jembatan tersebut demi alasan keselamatan kerja.
Perwakilan Satker PJN Wilayah 3 Jawa Timur, Deni, mengonfirmasi bahwa rekayasa lalu lintas telah disiapkan secara matang di titik-titik krusial. “Selama pekerjaan berlangsung, akses di Jembatan Buk Wedi akan ditutup total guna menghindari risiko di lokasi proyek,” ungkapnya.
Kendaraan dari arah Surabaya yang hendak menuju Probolinggo maupun sebaliknya kini wajib menggunakan Jalur Lingkar Selatan (JLS) sebagai rute alternatif utama. Petugas telah memasang petunjuk arah di persimpangan jalan guna memandu para sopir angkutan barang dan penumpang agar tidak terjebak di jalur buntu.
Rute pengalihan ini akan menyisir jalan-jalan protokol seperti Jalan Gatot Subroto hingga menembus Simpang Blandongan untuk kembali ke jalur nasional. Penumpukan kendaraan diprediksi akan terjadi pada jam-jam sibuk sehingga masyarakat diimbau untuk berangkat lebih awal dari biasanya.
Pihak pelaksana proyek menyebutkan bahwa skema ini telah mendapatkan persetujuan teknis dari jajaran kepolisian dan dinas perhubungan setempat. “Pengendara akan kami arahkan melalui Jalur Lingkar Selatan, rambu-rambu dan petugas sudah kami siapkan di sejumlah titik,” jelas Deni menambahkan.
Koordinasi lintas instansi juga melibatkan pengelola jalan tol guna memberikan opsi perjalanan yang lebih cepat bagi kendaraan pribadi yang ingin menghindari kemacetan kota. Pengawasan secara real-time akan dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas rekayasa lalu lintas selama pekan pertama penutupan jalan.
Masyarakat diharapkan dapat memaklumi gangguan kenyamanan berkendara ini demi tercapainya normalisasi aliran sungai yang lebih lancar di masa depan. Fokus utama proyek peninggian ini adalah memastikan debit air sungai tidak lagi meluap ke badan jalan saat intensitas hujan di wilayah hulu meningkat tajam. [ada/aje]






