Jember (beritajatim.com) – Ada sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang enggan menggunakan ikan sebagai menu. Alasannya karena khawatir keracunan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Jember Sugiyarto,.dalam rapat dengar pendapat di DPRD Kabupaten Jember, Kamis (2/4/2026). “Ini karena memang ketahanan fisik masyarakat kita berbeda-beda,” katanya.
Sugiyarto akhirnya menyampaikan beberapa kelompok usaha bersama (KUB) memodifikasi ikan-ikan tersebut dalam bentuk filet dan makanan beku, sehingga tingkat keamanannya terpenuhi.
Selain itu, Dinas KPPP Jember memaksimalkan produksi ikan lele untuk memenuhi kebutuhan pangan MBG dengan memberikan bantuan pakan kepada kelompok-kelompok pembudidaya. “Pada saat produksinya meningkat, kebutuhan juga meningkat, maka itu terjadi keseimbangan sehingga tidak terjadi lonjakan harga,” kata Sugiyarto.
Dinas KPPP Jember tidak merekomendasikan jenis ikan yang memiliki banyak duri dan membutuhkan proses pengolahan yang panjang untuk menu MBG. MBG membutuhkan proses memasak cepat untuk memenuhi kuantitas besar. “Tidak relevan kalau kita memakai ikan-ikan yang membutuhkan kerumitan pengolahan yang tinggi. Ikan lele lebih simpel,” kata Sugiyarto.
Selain ikan, telur menjadi salah satu menu MBG. “Dalam beberapa kali rapat dengan SPPG, kami sudah menyampaikan agar kalau bisa menu itu tidak bersamaan, misalnya hari Senin telur semua, tidak seperti itu. Jadi diselang-seling,” kata Sugiyarto.
Dengan demikian, lanjut Sugiyarto, kebutuhan telur tidak melonjak dalam satu waktu. Selain itu, SPPG diminta melakukan diversifikasi makanan olahan.
Dinas KPPP Jember tengah mendekati investor. Salah satunya perusahaan perkebunan yang melakukan bisnis ayam petelur. “Insyaallah sudah dua kandang, ada sekitar 200 ribu.lebih ayam. Bulan depan sudah mulai produksi. Target di tahun 2028 ada 1 juta ekor ayam,” kata Sugiyarto.
Dia memperkirakan peternakan itu akan memproduksi 850 ribu telur. ni. “Ini insyaallah mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Jember plus MBG-nya,” katanya. [wir/but]






