Gresik (beritajatim.com) – Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, berakhir dramatis. Seorang pelaku berhasil diamankan warga setelah tertangkap basah saat beraksi, sementara satu rekannya berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran polisi.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (2/4/2026) di Jalan Biduri Pandan, Kota Baru Driyorejo (KBD) Desa Petiken. Dua pelaku berinisial ANDR dan FATR, yang diketahui berasal dari Jember, diduga telah merencanakan aksi pencurian tersebut sebelumnya.
Dalam menjalankan aksinya, ANDR berperan sebagai eksekutor dengan menggunakan kunci T yang telah disiapkan. Sementara itu, FATR bertugas mengawasi situasi dari kejauhan untuk memastikan kondisi aman.
Namun, aksi mereka dipergoki oleh seorang saksi berinisial AL. Spontan, saksi berteriak meminta bantuan warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Tak butuh waktu lama, sekitar 20 meter dari lokasi kejadian, pelaku ANDR berhasil ditangkap warga. Sayangnya, rekannya FATR berhasil kabur dengan mengendarai sepeda motor Honda BeAT berwarna merah hitam.
Beruntung, saat kejadian berlangsung, anggota Polsek Driyorejo tengah melakukan patroli di sekitar lokasi. Mendapat laporan dari warga, petugas segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan.
Dari hasil pemeriksaan awal, ANDR mengaku tidak hanya sekali melakukan aksi pencurian. Ia juga mengungkap pernah mencuri sepeda motor di wilayah Sidoarjo bersama FATR yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Lebih mengejutkan lagi, ANDR diketahui merupakan seorang residivis kasus narkoba yang pernah menjalani hukuman selama 4 tahun 6 bulan di Kabupaten Lumajang.
Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram mengatakan, saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Driyorejo untuk proses hukum lebih lanjut. Ia dijerat dengan Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.
“Kami memastikan identitas pelaku yang kabur telah dikantongi dan tim opsnal tengah melakukan pengejaran intensif,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Pamen Polri ini mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Ia menegaskan bahwa kejahatan terjadi karena adanya niat dan kesempatan.
“Peran aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan sangat dibutuhkan untuk mencegah aksi kriminal serupa terulang kembali,” pungkasnya. [dny/suf]






