Gresik (beritajatim.com) – Sebuah insiden tak terduga terjadi ketika kendaraan pick up jenis Grand Max bernopol L 8234 B terperosok di area pekarangan samping masjid Jalan Mayjen Sungkono, Gresik. Kejadian ini diduga akibat kelalaian pengemudi yang lupa mengaktifkan rem tangan saat meninggalkan kendaraan untuk beristirahat sambil minum kopi.
Peristiwa tersebut sontak membuat pengemudi terkejut dan panik. Ia sempat kebingungan mencari cara untuk menyelamatkan mobilnya yang sudah terlanjur terperosok. Upaya mandiri tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya seorang rekannya menyarankan untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke layanan darurat 112 milik pemerintah daerah.
Laporan itu kemudian diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Gresik untuk dilakukan tindakan evakuasi. Setelah menerima laporan, personel damkar langsung bergerak cepat menuju lokasi dengan mengenakan perlengkapan pelindung diri.
Kepala Dinas Damkar Gresik, Suyono, mengatakan bahwa usai menerima laporan, instansinya mengerahkan delapan personel serta satu unit armada pemadam Hino Karba besar P 08 yang dilengkapi dengan derek hidrolik (winch) di bagian depan kendaraan.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan assessment (size-up) guna menentukan langkah evakuasi yang aman dan efektif. “Proses penyelamatan dilakukan dengan teknik penarikan mundur menggunakan winch, dibantu dorongan dari personel damkar agar kendaraan dapat kembali ke posisi aman,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian hingga akhirnya mobil pick up berhasil diselamatkan tanpa kerusakan tambahan yang berarti.
Sementara itu, pengemudi mobil Grand Max, Harun, menuturkan dirinya lupa menggunakan rem tangan saat parkir di posisi miring. “Kelupaan belum mengaktifkan rem tangan, kemudian dalam hitungan detik mobil terperosok di pekarangan,” tuturnya.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para pengendara untuk selalu memastikan kendaraan dalam kondisi aman saat ditinggalkan, terutama dengan mengaktifkan rem tangan guna mencegah insiden serupa terjadi kembali. [dny/kun]






