Yogyakarta (beritajatim.com) – Pemakaman di Kulon Progo Yogykarta menjadi harapan terakhir keluarga Praka Farizal Romadhon, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
Hingga kini, pihak keluarga masih menanti kepastian kapan jenazah almarhum dipulangkan ke tanah air.
Ayah almarhum, Senam, mengaku belum mendapatkan informasi pasti terkait waktu kedatangan jenazah putranya. Dengan suara lirih, ia hanya bisa berharap proses pemulangan berjalan lancar.
“Belum tahu kapan jenazah tiba,” ujarnya melansir Suara.com.
Ia juga mengenang komunikasi terakhir dengan sang anak yang terjadi sehari sebelum insiden tragis itu. Percakapan singkat selepas Maghrib itu tak menunjukkan tanda-tanda apa pun.
“Cuma bilang sinyal jelek, setelah itu tidak bisa dihubungi lagi,” kenangnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI terkait proses pemulangan jenazah.
Menurutnya, saat ini seluruh prosedur administrasi masih berjalan di tingkat pusat. Ia berharap dalam waktu dekat jenazah bisa segera dipulangkan ke Indonesia.
“Kami masih menunggu, mudah-mudahan dalam satu hingga dua hari ke depan jenazah sudah bisa tiba di tanah air,” jelasnya.
Pihak Kodim juga memastikan akan terus memantau perkembangan proses pemulangan, sekaligus menyiapkan prosesi penyambutan hingga pemakaman agar berjalan dengan lancar.
Sesuai permintaan keluarga, jenazah Praka Farizal akan dimakamkan di kampung halamannya di Kulon Progo.
Di sisi lain, TNI mengungkapkan bahwa Praka Farizal gugur saat bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan bahwa almarhum merupakan bagian dari pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), tepatnya Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S.
Ia gugur akibat serangan artileri yang menghantam posisi kontingen Indonesia di wilayah Adshit al-Qusyar pada Minggu (29/3/2026), di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Jenazah saat ini disemayamkan di markas East Sector Headquarters sambil menunggu proses administrasi pemulangan, dengan dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut.
Dalam insiden yang sama, tiga prajurit TNI lainnya turut menjadi korban. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan. Ketiganya kini tengah menjalani perawatan intensif.
Hingga saat ini, pihak UNIFIL masih melakukan investigasi untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, mengingat situasi di lokasi kejadian tengah diliputi konflik bersenjata yang memanas. [aje]






