Blitar (beritajatim.com) – Suasana sukacita hari raya Idul Fitri berubah menjadi momen memilukan bagi Bayu Hari Setiawan (20).
Pemuda yang sehari-harinya bertugas sebagai penjaga palang pintu perlintasan kereta api (KA) Biluk ini harus merelakan sepeda motor kesayangannya hangus dilalap si jago merah tepat di hari kemenangan, Sabtu (21/03/2026).
Bayu pun tak kuasa menahan air matanya. Pemuda 20 tahun itu tak bisa berbuat banyak melihat sepeda motornya hangus terbakar.
Insiden kebakaran motor ini terjadi di kawasan Blitar saat korban hendak beranjak pulang usai bersilaturahmi dan beristirahat sejenak di sebuah warung kopi.
Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Agus Prayitno, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, peristiwa bermula saat korban yang berasal dari arah Kanigoro berniat melanjutkan perjalanan pulang menuju rumahnya di Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat.
“Korban baru saja selesai ngopi di lokasi kejadian. Saat hendak pulang, ia menghidupkan sepeda motor Yamaha Fiz R miliknya menggunakan kick starter (engkol kaki),” ujar AKP Agus Prayitno kepada awak media.
Nahas, saat mesin coba dihidupkan, muncul percikan api yang diduga berasal dari komponen koil. Percikan tersebut dengan cepat menyambar aliran bensin yang ada di karburator hingga memicu api yang langsung membesar.
“Terjadi percikan api di koilnya, kemudian percikan tersebut mengenai bensin di karburator hingga terjadi kebakaran hebat,” tambahnya.
Lantaran api merambat dengan sangat cepat, Bayu tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga yang ia simpan di dalam bagasi motor. Selain kehilangan unit kendaraan bermotor dua tak legendaris tersebut, korban juga harus kehilangan sejumlah aset penting.
Di dalam jok motor yang terbakar, terdapat:
Dokumen Asli BPKB sepeda motor tersebut.
Satu unit Handphone serta sejumlah uang tunai.
“Korban tidak mengalami luka fisik yang serius, namun kerugian materiel cukup besar karena ada dokumen penting dan barang elektronik yang ikut terbakar di dalam jok,” jelas AKP Agus.
Kini, bangkai motor yang sudah hangus tersebut menjadi pengingat pahit bagi Bayu di lebaran tahun ini. Pihak kepolisian pun mengimbau kepada seluruh pemudik dan masyarakat untuk selalu mengecek kondisi teknis kendaraan, terutama sistem kelistrikan dan bahan bakar, guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.
“Idul Fitri adalah momen bahagia, kami berharap masyarakat lebih waspada memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum bepergian silaturahmi,” pungkas Kasat Lantas. (owi/ted)






