Pasuruan (beritajatim.com) – Gema takbir yang berkumandang di wilayah Karangketug pada Jumat (20/3) malam ini harus diiringi dengan perjuangan warga melawan genangan air yang masuk ke permukiman. Hujan deras yang mengguyur sejak sore hari memicu luapan air sungai yang merendam sejumlah titik tepat saat masyarakat bersiap menyambut hari kemenangan.
Kondisi ini memaksa warga untuk tetap waspada di teras rumah masing-masing sembari memantau pergerakan debit air yang terus merangkak naik. Meskipun genangan masih berada pada level rendah, kekhawatiran akan banjir susulan membayangi kekhusyukan malam Idulfitri di Kecamatan Gadingrejo.
Salah satu warga setempat, Iqbal, menceritakan bahwa masyarakat langsung bergerak cepat melakukan upaya mandiri untuk mengalirkan air yang terjebak di gang-gang sempit. “Warga bersama-sama membuka saluran air supaya banjir cepat surut dan besok pagi bisa salat Idulfitri dengan nyaman,” ujarnya di lokasi kejadian.
Gotong royong pembukaan pintu air di kawasan Sekargadung menjadi tumpuan utama agar pemukiman segera kering sebelum fajar menyingsing. Keinginan kuat untuk melaksanakan ibadah di masjid secara berjamaah menjadi motivasi utama para pemuda dan orang tua yang bahu-membahu di tengah genangan.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan juga telah menerjunkan personel untuk memantau titik-titik rawan luapan di sepanjang bantaran Sungai Welang. Petugas mengidentifikasi adanya penyempitan arus yang menyebabkan air tidak mengalir lancar menuju muara saat volume hujan tinggi.
Perwakilan BPBD Kota Pasuruan, Saiful Mufrodi, menjelaskan bahwa fenomena ini murni akibat tingginya intensitas hujan yang merata di wilayah hulu dan hilir Pasuruan. “Debit air sungai meningkat dan meluap sehingga menggenangi wilayah Rujakgadung dengan ketinggian yang bervariasi,” jelasnya memberikan keterangan teknis.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan bersama relawan masih bersiaga untuk memastikan pompa air dan pintu pembuangan berfungsi secara optimal. Pendataan terhadap kerugian materiil warga juga mulai dilakukan secara perlahan sembari menunggu air benar-benar surut dari lantai rumah.
Masyarakat Rujakgadung berharap cuaca ekstrem segera berlalu agar perayaan lebaran besok tidak terganggu oleh sisa lumpur maupun genangan air. Semangat takbiran pun tetap menggema di tengah suasana banjir sebagai simbol keteguhan hati warga Pasuruan dalam menghadapi ujian di hari suci. [ada/aje]






