Surabaya, (beritajatim.com) – Bagi sebagian orang indonesia, sebuah meja makan tidak akan terasa lengkap tanpa kehadiran sebuah botol berisi cairan kental berwarna hitam pekat. Kecap manis bukan hanya sekedar pelengkap rasa; ia adalah komponen utama dalam hidangan sate, nasi goreng, dan semur. Namun, dibalik kombinasi rasa manis dan gurih yang menggugah selera, terdapat proses fermentasi yang berlangsung selama berbulan-bulan.
Jejak Fermentasi: Tahap Koji dan Moromi
Proses pembuatan kecap manis diawali dengan pemilihan bahan utama, yaitu kedelai hitam. Berbeda dari kedelai kuning, jenis hitam memberikan warna yang lebih kuat dan pekat. Setelah direbus hingga lunak, kedelai masuk ke tahap Koji.
Dalam fase ini, kedelai yang sudah ditiriskan disebar di atas tampah dan dicampurkan dengan ragi khusus. Selama 3 hingga 5 hari, jamur akan menutupi biji kedelai sehingga terlihat berwarna putih keabu-abuan. Ini adalah tahap penting di mana enzim mulai memecah protein nabati menjadi asam amino yang memberikan rasa.
Setelah tahap Koji selesai, kedelai berpindah ke tahap Moromi. Biji-biji kedelai tersebut direndam dalam larutan garam pekat yang diletakkan dalam wadah besar di bawah sinar matahari langsung. Proses ini merupakan “ujian kesabaran” bagi para pembuat kecap, karena fermentasi dengan garam ini bisa berlangsung antara 3 hingga 6 bulan. Paparan sinar matahari mendukung pertumbuhan mikroorganisme secara alami, menciptakan kedalaman rasa yang tidak dapat dihasilkan secarainstan.
Sentuhan Manis Gula Jawa
Setelah berbulan-bulan berlalu, cairan dari rendaman garam atau yang disebut “sari kedelai” ini disaring dan direbus kembali. Pada tahap inilah karakter “manis” dari kecap Indonesia mulai terbentuk. Berbeda dengan kecap di negara-negara Asia lainnya yang lebih asin, kecap Indonesia mengandalkan gula kelapa (gula jawa) dalam jumlah yang cukup banyak.
Gula kelapa tidak hanya menambah manis, tetapi juga menciptakan tekstur kental yang khas melalui proses karamelisasi. Selama proses perebusan, berbagai rempah khusus seperti lengkuas, serai, daun salam, dan bunga lawang ditambahkan ke dalam kuali besar untuk memperkuat aroma.
Warisan Kuliner yang Terjaga
Proses pembuatan kecap manis adalah kombinasi antara ilmu biologi dan warisan budaya. Meski saat ini banyak industri besar yang menggunakan teknologi modern, prinsip dasar fermentasi alami tetap menjadi langkah penting untuk mencapai kualitas rasa yang terbaik.
Kecap manis adalah bukti nyata bagaimana waktu, iklim, dan ketelitian manusia dapat mengubah biji kedelai biasa menjadi bumbu legendaris yang mendunia. Setiap tetesnya menyimpan cerita tentang kesabaran dalam setiap tahap pembuatannya. [Nickma Tsany Byan Leonartha].






