Malang (beritajatim.com) – Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang menjamin layanan air minum kepada pelanggan tetap berjalan aman dan optimal selama periode libur panjang Hari Raya Nyepi 1948 Saka serta Idul Fitri 1447 Hijriah. Perusahaan daerah tersebut telah menyiagakan personel di seluruh lini, mulai dari operasional produksi hingga tim teknis lapangan, guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan air bersih selama Lebaran 2026.
Persiapan matang ini mencakup sistem piket siaga dan mekanis standby on call yang beroperasi 24 jam penuh. Skema tersebut dirancang agar petugas dapat merespons dengan cepat apabila terjadi gangguan jaringan atau kendala teknis lainnya di wilayah distribusi Kota Malang.
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo, menegaskan bahwa kontinuitas pelayanan adalah prioritas utama perusahaan dalam menyambut musim padat kebutuhan air. Pihaknya memastikan tidak ada celah kekosongan pelayanan meski dalam suasana cuti bersama nasional.
“Melalui skema siaga Lebaran ini, kami memastikan seluruh lini pelayanan tetap berjalan. Mulai dari unit produksi, distribusi jaringan, hingga tim teknis lapangan telah kami siapkan dengan sistem piket dan standby on call. Jika terdapat potensi gangguan, tim kami siap bergerak cepat melakukan penanganan agar pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga,” kata Priyo Sudibyo pada Jumat (13/3/2026).
Pria yang akrab disapa Bogank tersebut menuturkan, kesiapan ini merupakan komitmen nyata untuk memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang sedang merayakan hari raya. Selain aspek teknis, kanal pengaduan melalui hotline dan media sosial resmi perusahaan dipastikan tetap aktif merespons laporan warga selama periode siaga tersebut.
“Kami ingin memastikan pelanggan tetap merasa tenang selama merayakan Idul Fitri. Apabila ada hal yang perlu dilaporkan, masyarakat dapat menghubungi hotline maupun media sosial resmi Tugu Tirta yang tetap aktif selama periode siaga Lebaran,” ujar Bogank.
Komitmen pelayanan prima ini berjalan selaras dengan prestasi yang baru saja diraih oleh Perumda Tugu Tirta. Baru-baru ini, perusahaan dinyatakan bebas dari sanksi administratif limbah B3 oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, serta menjadi satu-satunya BUMD di Jawa Timur yang dijadikan percontohan Penerapan Manajemen Risiko dan Pencegahan Korupsi.
Selain itu, Perumda Tugu Tirta juga sukses mengukir sejarah dengan kembali mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Bantuan tersebut dialokasikan untuk pengembangan SPAM Sumbersareh dan Merjosari, serta penguatan jaringan perpipaan di wilayah Cemorokandang guna memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
Diharapkan dengan sistem siaga yang terukur dan pengembangan infrastruktur yang masif, ketersediaan air minum di Kota Malang tetap stabil dan mampu memenuhi kebutuhan domestik warga maupun pemudik yang datang ke wilayah tersebut. [luc/ian]






