Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) menyalurkan 10.000 paket bantuan Ramadhan bagi anak yatim, panti asuhan, dan keluarga prasejahtera di Jawa Timur. Distribusi ini menyasar 18 kabupaten/kota sebagai langkah pengentasan kemiskinan.
Rektor Unair, Prof Muhammad Madyan, mengatakan momentum Ramadan menjadi pengingat untuk memperkuat kepedulian sesama. Menurutnya, kampus harus hadir memberikan dampak langsung untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Aksi ini selaras dengan indikator capaian Times Higher Education Impact Rankings. “Kegiatan ini merupakan langkah konkret perguruan tinggi berkontribusi kepada masyarakat,” ujar Prof Madyan, Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan donatur dan relawan menjadi kunci keberhasilan penyaluran bantuan materiil tersebut. Pesannya, membangun harapan dan kebersamaan melalui semangat gotong royong di lingkungan universitas.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Unair, Prof Ardianto, mengapresiasi efisiensi pengemasan paket yang tahun ini berjalan lebih cepat. Hal ini hasil kerja keras seluruh tenaga kependidikan dalam mempersiapkan logistik.
Ketua Airlangga Institute for Learning and Growth, Dr Eko Supeno, menjelaskan program ini telah memasuki tahun ke-11. Selain warga Jawa Timur, bantuan juga diberikan kepada mahasiswa bidikmisi internal kampus.
Ia menargetkan jangkauan penerima manfaat dapat terus diperluas pada periode Ramadan tahun-tahun berikutnya. “Proses distribusi akan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu mendatang,” kata Eko.
Program tahunan ini menjadi bagian dari upaya Unair mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin pertama. Fokusnya, kontribusi aktif institusi pendidikan dalam menekan angka kemiskinan di Indonesia. [ipl/aje]






