Bondowoso (beritajatim.com) – Seorang mahasiswa berinisial MAF (22) warga Dusun Pelalangan, Desa Sukokerto, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, ditemukan tewas mengakhiri hidupnya di dalam rumahnya pada Selasa (10/3/2026). Peristiwa mengenaskan tersebut pertama kali diketahui oleh ayah kandung korban sekitar pukul 10.15 WIB.
Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Dwi Siswanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, peristiwa berawal pada pukul 06.30 WIB. Saat itu, korban disuruh oleh ibunya, Siti Jamila (37), untuk membeli bensin.
“Sepulang korban membeli bensin, saksi Siti Jamila kemudian berpamitan keluar rumah. Namun, sekitar pukul 10.15 WIB, ayah korban yang bernama Sipul (59) datang dari bekerja di sawah. Karena memanggil-manggil korban tidak ada jawaban, saksi Sipul kemudian mencari dan masuk ke dalam rumah,” ujar Iptu Dwi Siswanto, Rabu (11/3/2026).
Saksi Sipul dikejutkan dengan penemuan putranya yang sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan leher terikat yang menggantung di dalam rumah. Mengetahui hal itu, Sipul segera menghubungi istrinya dan Kepala Desa untuk melaporkan kejadian tersebut.
Dari hasil pemeriksaan sementara dan keterangan keluarga, diketahui bahwa korban memiliki riwayat gangguan jiwa. “Korban merupakan pasien jiwa dan tercatat pernah dirawat di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Perawatan terakhir korban adalah pada tanggal 27 November 2025,” jelas Iptu Dwi Siswanto.
Pihak keluarga yang mengetahui latar belakang kondisi korban telah menyatakan ikhlas dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka juga menolak untuk dilakukan tindakan autopsi baik luar maupun dalam terhadap jenazah korban.
“Keluarga korban menerima dengan ikhlas kejadian ini dan menolak untuk dilakukan autopsi. Pihak kepolisian yang dibantu Tim Inafis Polres Bondowoso telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi,” pungkas Kasi Humas. (awi/ian)
Disclaimer: Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, memiliki kecenderungan depresi, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi profesional atau layanan bantuan kesehatan mental terdekat.
Jangan menyerah. Pertolongan tersedia. Anda bisa menghubungi Layanan SEJIWA melalui nomor 119 (ekstensi 8) atau mencari bantuan melalui psikolog/psikiater di puskesmas atau rumah sakit terdekat.






