Pasuruan (beritajatim.com) – Upaya pencarian intensif di kubangan bekas tambang galian C Dusun Beringin akhirnya membuahkan hasil pada Selasa pagi setelah tim gabungan menyisir dasar air. Jasad Muhammad Sofa Alfian (13) ditemukan oleh petugas dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang sejak Senin (9/3) kemarin.
Operasi penyelamatan pada hari kedua ini melibatkan personel ahli dari Basarnas Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Pasuruan untuk menjangkau titik terdalam genangan. Petugas menerjunkan dua penyelam profesional guna melakukan penyisiran bawah air karena kondisi dasar galian yang cukup curam dan berlumpur.
Kapolsek Winongan, AKP Nanang Abidin, mengonfirmasi bahwa penemuan korban terjadi sekitar pukul 09.00 WIB setelah tim melakukan penyelaman selama beberapa waktu. “Alhamdulillah korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan tadi pagi dan jasadnya langsung dibawa ke RSUD Grati,” terangnya pada Selasa (10/3).
Proses evakuasi berlangsung dramatis disaksikan oleh pihak keluarga dan warga sekitar yang sejak pagi memenuhi area pinggiran bekas tambang. Petugas medis segera melakukan pemeriksaan awal di lokasi sebelum ambulans membawa jasad remaja tersebut untuk keperluan visum.
Berdasarkan keterangan saksi, insiden memilukan ini bermula saat korban sedang asyik bermain bersama dua orang temannya di sekitar area kubangan. Diduga korban terpeleset di tepian galian yang licin hingga akhirnya terperosok masuk ke dalam air yang sangat dalam.
Setelah seluruh prosedur di rumah sakit selesai, jenazah rencananya akan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dipulangkan ke rumah duka. “Keluarga akan segera melakukan proses pemakaman di desa setempat setelah urusan di rumah sakit tuntas,” tutup Nanang.
Kasus ini kembali menjadi duka mendalam bagi warga Desa Jeladri mengingat korban masih berusia sangat muda dan sedang menempuh pendidikan. Lokasi bekas galian C yang terbuka tanpa pengamanan tersebut kini menjadi sorotan warga karena dianggap sangat membahayakan keselamatan anak-anak.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih ketat mengawasi aktivitas putra-putrinya agar tidak bermain di sekitar area tambang yang terbengkalai. Kewaspadaan bersama diharapkan dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di wilayah hukum Kecamatan Winongan pada masa mendatang. [ada/aje]






