Magetan (beritajatim.com)— Talud pondasi rumah milik warga di Dusun Bulusari, Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, longsor pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, Eka Radityo, mengatakan longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang selama sekitar tiga jam.
“Talud pondasi rumah milik Arif Kurniawan dengan panjang sekitar 14 meter dan tinggi sekitar 5 meter longsor dan menimpa rumah di bawahnya milik Kardiman,” ujar Eka dalam laporan kejadian yang diterima Sabtu sore.
Akibat kejadian itu, Arif Kurniawan (53) mengalami luka babras di bagian bibir dan kepala. Saat peristiwa berlangsung, korban diketahui sedang duduk di samping rumahnya dan ikut terjatuh ketika talud ambruk. Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr Sayidiman Magetan untuk mendapatkan penanganan medis.
Informasi kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Magetan pada pukul 16.30 WIB. Selang sekitar 10 menit kemudian, tim BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Petugas BPBD bersama unsur TNI, Polri, Tagana Dinas Sosial, Senkom Mitra Polri, Pemerintah Desa Jabung, serta masyarakat setempat melakukan koordinasi, kaji cepat, dan penyaluran bantuan darurat kepada warga terdampak.
Sejumlah bantuan yang disalurkan antara lain terpal, makanan siap saji, paket kebersihan, family kit, selimut, serta tambahan gizi. Proses kaji cepat dan penyerahan bantuan selesai dilakukan sekitar pukul 17.40 WIB.
BPBD Magetan juga merencanakan pembersihan material longsoran melalui kerja bakti bersama warga pada Minggu (8/3/2026) mulai pukul 07.00 WIB.
BPBD Magetan mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda potensi longsor seperti retakan pada tanah atau dinding rumah, pohon dan tiang yang mulai miring, munculnya air keruh dari celah tanah, hingga suara gemuruh dari arah lereng.
Warga juga diminta menghindari aktivitas di sekitar lereng terjal saat dan setelah hujan serta tidak melintasi area yang telah dipasangi barikade atau penutup terpal karena berpotensi terjadi longsor susulan. [fiq/kun]






